JawaPos.com – Manchester City terus menempel Arsenal dalam perburuan juara Premier League musim ini. Kemarin (10/5), City menang telak 3-0 atas Brentford FC di Stadion Etihad, Manchester.
Hasil itu membuat City berjarak dua poin (74-76) dengan pemuncak klasemen Arsenal setelah 35 matchweek.
Namun, Arsenal melebarkan gap lagi karena menang atas West Ham United di Stadion London dini hari tadi (11/5). Uniknya, ada satu klub yang bisa jadi penentu persaingan juara antara Arsenal dan City, yakni Crystal Palace.
Kamis (14/5) dini hari nanti, The Citizens –julukan City– menjamu Palace di Etihad. Sementara Palace bersua The Gunners– julukan Arsenal – pada matchweek pemungkas (24/5).
’’Aku tidak bertanggung jawab atas Arsenal. Begitu pula dengan City. Tetapi, aku hanya bertanggung jawab atas Crystal Palace,’’ ungkap tactician Palace Oliver Glasner menanggapi laga lawan dua klub penantang gelar seperti dilansir dari Manchester Evening News.
’’Aku hanya dibayar agar bisa memberikan yang terbaik bagi Palace. Bukan Arsenal atau City,’’ sambung Glasner yang musim ini mengantar Palace lolos ke final Liga Konferensi Europa.
Baca Juga: Skenario Gila Persis Solo Selamat dari Degradasi! Wajib Sapu Bersih dan Berdoa Rival Tergelincir
Klausul Eze
Seperti dilansir The Sun, Arsenal punya nilai plus saat melawan Palace. Bukan semata karena dimainkan pada matchweek pemungkas. Tetapi karena ada klausul saat Arsenal memboyong gelandang serang Eberechi Eze dari Palace senilai GBP 60 juta (Rp 1,42 triliun) di awal musim ini.
The Gunners harus membayar bonus GBP 10 juta (Rp 236,7 miliar) kepada Palace seandainya Eze merasakan gelar juara Premier League. Bonus yang bisa hilang andai The Eagles –julukan Palace– ngotot mengalahkan Arsenal dan bisa menghambat laju The Gunners untuk juara.
Pep versus Duo Spaniard
Di sisi lain, ambisi tactician City Pep Guardiola memenangi Premier League musim ini bakal dihadang dua klub yang semuanya dilatih kompatriotnya dari Spanyol. Kedua klub tersebut adalah AFC Bournemouth dan Aston Villa yang masing-masing dilatih Andoni Iraola dan Unai Emery.
Iraola dan Emery akan menghadang laju Pep dalam dua matchweek terakhir City. Dilansir dari laman resmi klub, Pep itu tidak ingin memikirkan calon lawan klubnya. Pelatih berjuluk Sang Filsuf itu hanya fokus dengan kekuatan klubnya sendiri.
’’Yang bisa aku katakan, Bournemouth bukan tempat terbaik untuk dikunjungi dan Aston Villa adalah laga yang terakhir,’’ seloroh Pep.
Haaland dan Tiga Matchweek Akhir
Termasuk gol ke gawang Brentford FC kemarin, striker City Erling Haaland selalu menciptakan gol dalam empat matchweek beruntun Premier League. Nah, dalam tiga matchweek terakhir, Haaland ditantang meneruskan streak gol. Faktanya sejak bermain di Premier League bersama City, dia hanya menciptakan satu gol dalam tiga matchweek terakhir.
Seperti yang dikutip dari Evening Standard, Haaland ingin mematahkan statistik tersebut. ”Aku berusaha menjalankan pekerjaanku sebagai striker yang harus menciptakan gol. Aku sudah mencatat 26 gol dan itu sudah lebih banyak dari musim lalu,’’ tutur Haaland.
The Gunners Lebih Sering Sempurna
Ketimbang Manchester City, Arsenal lebih sering mencatatkan statistik 100 persen kemenangan di tiga matchweek terakhir Premier League. Apakah tren itu berlanjut untuk The Gunners –sebutan Arsenal– musim ini?
ARSENAL
2024–2025
S-M-M (66,6 persen menang)
2023–2024
M-M-M (100 persen menang)
2022–2023
K-K-M (33,3 persen menang)
2021–2022
K-K-M (33,3 persen menang)
2020–2021
M-M-M (100 persen menang)
MANCHESTER CITY
2024–2025
S-M-M (66,6 persen menang)
2023–2024
M-M-M (100 persen menang)
2022–2023
M-S-K (33,3 persen menang)
2021–2022
M-S-M (66,6 persen menang)
2020–2021
M-K-M (66,6 persen menang)