JawaPos.com–Real Madrid sedang menjalani salah satu periode paling kacau dalam beberapa tahun terakhir. Menjelang El Clasico Aurelien Tchouameni dan Fede Valverde terlibat perkelahian dalam sesi latihan.
Ketegangan di antara keduanya sebenarnya sudah terlihat sehari sebelumnya, saat mereka terlibat adu argumen panas. Namun 24 jam kemudian, situasi berubah menjadi konflik fisik yang kini sedang diselidiki internal klub.
Meski Valverde sempat mencoba meredam situasi lewat pernyataannya ke media, insiden tersebut justru dianggap sebagai bukti terbaru bahwa ruang ganti Real Madrid sedang berada dalam kondisi tidak sehat.
Baca Juga: Para Pemain Real Madrid Sebut Valverde yang Memulai Perkelahian
Pemecatan Xabi Alonso Jadi Titik Awal Retaknya Ruang Ganti
Melansir Football Espana, disebutkan bahwa akar masalah yang sebenarnya sudah muncul sejak Januari, tepat setelah Real Madrid kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Kekalahan itu berujung pada keputusan klub untuk berpisah dengan Xabi Alonso, keputusan yang ternyata memecah ruang ganti menjadi dua kubu.
Beberapa pemain diketahui sangat mendukung Alonso dan ingin dia bertahan. Namun di sisi lain, ada juga kelompok pemain yang merasa perubahan pelatih diperlukan. Perbedaan pandangan itulah yang perlahan menciptakan ketegangan internal.
Sejak saat itu, suasana di skuad disebut terus memburuk. Konflik kecil mulai sering muncul, dan hubungan antar pemain menjadi semakin sensitif.
Insiden antara Tchouameni dan Valverde bukan satu-satunya kasus. Sebelumnya, Antonio Rudiger juga dilaporkan terlibat pertikaian dengan Alvaro Carreras dalam sesi latihan lain.
Petinggi Klub Mulai Kehilangan Kesabaran
Situasi yang semakin panas membuat petinggi klub akhirnya turun tangan langsung. Manajer umum Jose Angel Sanchez disebut ikut melakukan intervensi setelah konflik Valverde dan Tchouameni pecah. Sementara itu, presiden Florentino Perez dan jajaran direksi dikabarkan sangat kecewa dengan sikap para pemain.
Menurut sumber internal klub, para petinggi bahkan menyebut skuad Real Madrid saat ini sebagai kelompok yang sangat tidak dewasa, mereka seperti anak-anak. Komentar tersebut menunjukkan betapa frustrasinya manajemen terhadap kondisi tim saat ini. Bukan hanya karena hasil di lapangan, tetapi juga karena suasana internal yang dianggap semakin sulit dikendalikan.
Arbeloa Ikut Jadi Sorotan
Di tengah kekacauan ini, Alvaro Arbeloa juga ikut mendapat kritik. Petinggi klub disebut kecewa dengan minimnya peran sang pelatih dalam meredam konflik di ruang ganti. Ada anggapan bahwa Arbeloa seharusnya bisa mengambil kontrol lebih besar terhadap para pemain.
Terutama ketika tensi mulai meningkat sejak hari Rabu sebelum akhirnya meledak sehari kemudian. Namun laporan menyebut Arbeloa justru terlihat kurang terlibat dalam upaya menghentikan konflik tersebut.
Kini, Real Madrid bukan hanya menghadapi tekanan hasil pertandingan, tetapi juga harus berusaha menyatukan kembali ruang ganti yang mulai terpecah. Dengan El Clasico yang semakin dekat, situasi ini jelas menjadi alarm besar bagi Los Blancos.