← Beranda
Pemain Real Madrid Ejek Arbeloa dengan Julukan Kasar Warisan Gerard Pique
M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 9 Mei 2026 | 16.25 WIB
Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa fokus pada pertandingan melawan Espanyol. (Instagram/@arbeloa)
 
 

 

JawaPos.com - Situasi ruang ganti Real Madrid semakin terlihat tidak sehat. Di tengah rentetan konflik internal yang terus bermunculan, kini muncul laporan bahwa beberapa pemain mulai mengejek pelatih mereka sendiri, Alvaro Arbeloa, dengan julukan yang cukup kasar.

Arbeloa resmi menjadi pelatih kepala Real Madrid pada Januari lalu setelah kepergian mendadak Xabi Alonso. Sebelumnya, mantan bek kanan itu menangani Castilla dan dikenal cukup dekat dengan kultur akademi klub. Namun, masa kepemimpinannya di tim utama ternyata jauh dari kata mulus.

Ruang ganti Madrid disebut terpecah menjadi beberapa kubu, dengan hubungan antarpemain maupun hubungan pemain dengan staf pelatih mulai memburuk. Puncaknya terjadi ketika Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni terlibat perkelahian fisik dalam sesi latihan pekan ini.

Baca Juga: Cedera Parah, Bintang Real Madrid Ferland Mendy Pertimbangkan Pensiun Dini

Valverde bahkan harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka dan trauma kranioensefalik yang membuatnya diperkirakan absen hingga dua minggu.

Arbeloa Disebut Dipanggil "Cone"

Di tengah kekacauan tersebut, posisi Arbeloa sebagai pelatih kini ikut menjadi sorotan tajam.

Melansir Sport Bible, laporan dari radio Spanyol menyebut beberapa pemain Real Madrid mulai memanggil Arbeloa dengan julukan "cone" saat pertandingan berlangsung. Dalam kultur sepak bola Spanyol, sebutan itu termasuk hinaan yang cukup merendahkan.

Baca Juga: Jadwal Liga Spanyol: Peluang Barcelona Segel Gelar Juara di Depan Muka Real Madrid

Istilah tersebut biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dianggap pasif, mudah ditebak, atau tidak memberikan pengaruh besar di lapangan maupun di ruang ganti, layaknya "cone" atau kerucut yang biasa digunakan dalam sesi latihan.

Laporan ini muncul hanya beberapa hari setelah beredar kabar bahwa enam pemain Real Madrid bahkan menolak berbicara dengan Arbeloa selama sesi latihan.

Situasi tersebut membuat wibawa mantan pemain timnas Spanyol itu mulai dipertanyakan secara serius di internal klub.

Julukan Lama yang Kembali Muncul

Menariknya, julukan "cone" ternyata bukan hal baru bagi Arbeloa. Saat masih aktif bermain untuk Real Madrid, ia memang beberapa kali menjadi sasaran ejekan dari fans maupun rival karena gaya bermainnya yang dianggap terlalu aman dan mudah dibaca lawan.

Baca Juga: Real Madrid Kecewa dengan Sikap Pasif Arbeloa saat Valverde dan Tchouameni Bentrok

Meski memenangkan satu gelar La Liga dan dua trofi Liga Champions bersama Los Blancos, Arbeloa tidak pernah benar-benar dipandang sebagai superstar oleh sebagian pendukung Madrid.

Sebagai bek sayap, ia lebih dikenal karena disiplin bertahan dibanding kontribusi menyerang. Hal itu membuat sebagian fans Santiago Bernabeu merasa frustrasi, terutama karena standar terhadap pemain Real Madrid selalu sangat tinggi.

Julukan "cone" sendiri semakin populer setelah beberapa momen viral di media sosial dan komentar pedas dari Gerard Pique pada era rivalitas El Clasico dulu.

Bahkan, pada masa itu sempat ada fans yang melempar kerucut mainan ke lapangan sebagai bentuk sindiran terhadap Arbeloa.

Baca Juga: Real Madrid Siapkan Sanksi untuk Valverde dan Tchouameni Usai Bentrok di Latihan

Meski begitu, Arbeloa kala itu memilih menanggapinya dengan santai. Ia beberapa kali terlihat menerima meme dan editan dirinya yang ditempel di gambar kerucut dengan cukup lapang dada.

Namun sekarang, ketika julukan itu kembali muncul dari para pemainnya sendiri, situasinya terasa jauh lebih serius.

Dan di tengah ruang ganti yang sedang panas, ejekan semacam ini jelas menjadi pertanda bahwa hubungan antara pelatih dan skuad mulai retak cukup dalam.

EDITOR: Edi Yulianto