← Beranda
Bayern Munchen Dua Kali Dirugikan Wasit! Dua Handball PSG Tidak Diganjar Hukuman, Vincent Kompany Meradang
M Shofyan Dwi KurniawanJumat, 8 Mei 2026 | 02.16 WIB
Taktik Vincent Kompany masukkan Harry Kane ampuh lumpuhkan Mainz. (@FCBayern/X).

 

JawaPos.com - Paris Saint-Germain berhasil memastikan tiket ke final Liga Champions usai menyingkirkan Bayern Munchen dengan agregat 6-5. Namun kemenangan PSG di Allianz Arena tidak lepas dari kontroversi besar yang membuat kubu Bayern merasa dirugikan oleh keputusan wasit Joao Pinheiro.

Melansir CBS Sports, dua insiden handball yang terjadi secara beruntun pada babak pertama menjadi pusat perhatian sepanjang pertandingan. Para pemain Bayern berkali-kali melayangkan protes, tetapi semuanya berakhir tanpa hukuman bagi PSG.

Momen pertama terjadi pada menit ke-29 ketika bola mengenai lengan Nuno Mendes yang dalam posisi terentang. Seluruh pemain Bayern langsung meminta handball, apalagi Mendes sebelumnya sudah menerima kartu kuning pada menit kedelapan.

Baca Juga: 2 Keputusan Kontroversial Wasit Dianggap Rugikan Bayern Munchen di Laga Versus PSG, VAR Beri Penjelasan

Jika pelanggaran diberikan, bek PSG itu hampir pasti menerima kartu kuning kedua dan diusir keluar lapangan.

Namun João Pinheiro justru mengambil keputusan berbeda. Setelah menghentikan permainan, ia menyatakan bahwa Konrad Laimer lebih dulu melakukan handball dalam proses yang sama, sehingga insiden Mendes dianggap tidak berlaku.

Keputusan tersebut langsung memancing kebingungan besar di Allianz Arena. Tayangan ulang membuat banyak pendukung Bayern merasa Mendes seharusnya dihukum.

Baca Juga: Arsenal Tak Boleh Lengah! Arsene Wenger Ungkap Kunci Kekuatan PSG

Kontroversi Handball Joao Neves

Belum selesai kontroversi pertama, sekitar satu menit kemudian muncul situasi lain yang kembali membuat Bayern geram.

Kali ini João Neves terlihat mengangkat tangannya di dalam kotak penalti ketika bola mengarah kepadanya. Para pemain Bayern langsung meminta penalti, tetapi Pinheiro kembali menolak protes tersebut dan pertandingan terus berjalan.

Frustrasi Bayern makin besar karena insiden itu dianggap sangat mirip dengan penalti handball yang mereka alami pada leg pertama di Paris. Saat itu Alphonso Davies dihukum handball yang kemudian membuka jalan bagi Ousmane Dembélé mencetak gol penalti untuk PSG.

Meski sekilas terlihat serupa, ada perbedaan penting dalam aturan handball yang digunakan wasit dalam kasus João Neves.

Dalam insiden Neves, bola lebih dulu mengenai rekannya sendiri, Vitinha. Berdasarkan pedoman IFAB, handball tidak dianggap pelanggaran apabila bola berasal dari sentuhan rekan satu tim sendiri, kecuali bola langsung menghasilkan gol atau ada unsur kesengajaan menghentikan peluang gol.

Karena itulah, keputusan wasit untuk tidak memberikan penalti kepada Bayern dinilai sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga: Curiga Wasit Berpihak pada PSG, Petinggi Bayern Munchen: Dia Berbicara dengan Para Pemain Portugal!

Kompany Kecam Keputusan Wasit

Meski begitu, pelatih Bayern Vincent Kompany tetap mempertanyakan konsistensi keputusan wasit dalam dua leg semifinal tersebut.

“Tugas saya adalah menganalisis apa yang bisa dilakukan Bayern Munich dengan lebih baik, tetapi mengapa itu bukan kartu merah,” kata Kompany.

"Saya tidak mengerti. Mengapa kami kebobolan penalti di Paris dan mengapa kami tidak mendapatkan penalti di sini – saya mengerti aturannya.”

“Saya paham. Itu pemain Anda sendiri, menendang bola keluar tetapi tangannya melayang di udara di atas kepalanya, sedangkan dalam situasi kami, jelas mengenai tubuh, lalu mengenai tangan dan semua orang yang pernah bermain tahu bahwa itu adalah sesuatu yang tidak mungkin untuk dihindari.”

Kompany merasa ada sejumlah keputusan penting yang selalu berujung merugikan Bayern dalam duel melawan PSG, terutama di momen-momen krusial pertandingan.

“Saya pikir kami mampu menghormati kualitas lawan yang kami hadapi, tetapi ketika pertandingan sangat ketat, ketika para pemain memberikan begitu banyak energi mereka untuk mencapai tujuan itu dan secara keseluruhan.”

“Ketika mereka bermain sangat baik – setidaknya jika Anda kalah dan itu adalah kesalahan Anda sendiri dan hanya kesalahan Anda sendiri, maka ya sudahlah, tetapi rasanya ada sedikit campur tangan dalam pertandingan itu yang selalu memiringkan keadaan ke sisi yang salah bagi kami,” tambahnya.

Walau kecewa dengan keputusan wasit, Kompany tetap mengakui kualitas PSG yang sukses memanfaatkan detail kecil untuk memastikan tempat di final Liga Champions melawan Arsenal di Puskas Arena, Budapest.

EDITOR: Banu Adikara