JawaPos.com - Teknologi video assistant referee (VAR) kembali menjadi bahan perdebatan setelah pertandingan panas antara Bayern Munich dan Paris Saint-Germain di Liga Champions.
Dua momen kontroversial yang dianggap merugikan Bayern langsung memancing reaksi dari pemain, staf pelatih, hingga para pendukung.
Meski begitu, penjelasan resmi mengenai kedua insiden tersebut akhirnya memberikan gambaran lebih jelas soal alasan di balik keputusan wasit di lapangan.
Baca Juga: Arsenal Tak Boleh Lengah! Arsene Wenger Ungkap Kunci Kekuatan PSG
Kontroversi Pertama
Melansir ESPN, dalam pertandingan itu, wasit João Pinheiro dibantu VAR Marco Di Bello. Salah satu momen yang paling menyita perhatian terjadi pada menit ke-29, ketika bek PSG Nuno Mendes nyaris menerima kartu kuning kedua.
Awalnya, Pinheiro tampak memberikan pelanggaran handball kepada Mendes setelah pemain PSG tersebut dianggap menghentikan serangan Bayern dengan tangannya.
Situasi itu langsung memunculkan dugaan bahwa Mendes bakal diusir keluar lapangan karena sebelumnya sudah mengantongi kartu kuning pada menit kelima usai melanggar Michael Olise. Namun keputusan mendadak berubah.
Baca Juga: Curiga Wasit Berpihak pada PSG, Petinggi Bayern Munchen: Dia Berbicara dengan Para Pemain Portugal!
Setelah berdiskusi dengan asisten wasit, Pinheiro justru memberikan tendangan bebas untuk PSG. Konrad Laimer dinilai lebih dulu melakukan handball dalam proses kejadian tersebut.
Keputusan itu membuat kubu Bayern kebingungan karena tayangan ulang tidak menunjukkan handball yang benar-benar jelas dari Laimer. Meski demikian, VAR ternyata tidak memiliki kewenangan untuk masuk ke dalam situasi tersebut.
Menurut penjelasan resmi, insiden itu memang berada di luar yurisdiksi VAR sehingga tidak dapat ditinjau ulang maupun dibatalkan.
Situasi tersebut tetap dianggap membingungkan, terutama karena proses pengambilan keputusan berlangsung cukup kacau untuk level pertandingan semifinal Liga Champions. Namun karena asisten wasit memiliki sudut pandang terbaik dalam kejadian itu, keputusan akhirnya tetap dipertahankan.
Baca Juga: Arsenal Wajib Waspada! Luis Enrique Beri Peringatan pada Mikel Arteta soal Kekuatan PSG
Kontroversi Kedua
Belum selesai kontroversi pertama, Bayern kembali melayangkan protes dua menit kemudian.
Pada menit ke-31, para pemain Bayern meminta penalti setelah bola mengenai lengan gelandang PSG João Neves di kotak terlarang. Insiden itu terjadi saat Vitinha mencoba menghalau bola, tetapi bola justru memantul ke tangan rekan setimnya sendiri dari jarak dekat.
Wasit Pinheiro langsung melanjutkan permainan tanpa memberikan penalti, dan kali ini keputusan tersebut dinyatakan benar menurut aturan handball terbaru.
Dalam Laws of the Game dijelaskan bahwa handball tidak dianggap pelanggaran apabila bola mengenai tangan atau lengan pemain setelah terlebih dahulu disentuh rekan setimnya sendiri, kecuali bola tersebut langsung menghasilkan gol atau dilakukan secara sengaja untuk menghentikan peluang gol lawan.
Baca Juga: Steven Gerrard Beritahu Arsenal Cara Kalahkan PSG di Final Liga Champions
Artinya, dalam kasus João Neves, tidak ada keuntungan tidak adil yang diperoleh PSG. Bahkan dalam banyak situasi serupa, pantulan bola seperti itu justru bisa merugikan tim bertahan karena membuat sapuan bola menjadi gagal sempurna.
Karena alasan itulah, VAR dan wasit sepakat bahwa Bayern tidak layak mendapatkan penalti dari insiden tersebut.
Meski aturan ini masih sering membingungkan penonton, prinsip utamanya adalah bahwa pemain bertahan tidak boleh dihukum jika kontak bola dengan tangan terjadi secara tidak sengaja akibat bola dimainkan oleh rekan setim sendiri selama tidak ada unsur kesengajaan untuk menghentikan gol atau peluang emas lawan.