JawaPos.com - Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, mengirimkan peringatan serius kepada Mikel Arteta menjelang final Liga Champions akhir bulan ini. Setelah sukses menyingkirkan Bayern Munich, Enrique menegaskan bahwa PSG sangat percaya diri dengan gaya permainan mereka sendiri.
Juara bertahan Eropa itu memastikan tiket ke final usai menang agregat 6-5 atas Bayern Munich. Setelah pesta gol 5-4 di Paris pada leg pertama, PSG bermain lebih disiplin di Jerman dan menahan Bayern 1-1 untuk mengunci tempat di Budapest.
Ousmane Dembélé kembali menjadi sosok penting dengan gol cepat pada menit ketiga, sementara Harry Kane hanya mampu mencetak gol hiburan bagi Bayern di penghujung pertandingan.
Baca Juga: Harry Kane Sebut PSG Punya Kans Juara Lebih Besar Ketimbang Arsenal
Kini PSG berpeluang mencatat sejarah baru sebagai klub Prancis pertama yang mencapai tiga final Liga Champions. Mereka juga menjadi tim pertama sejak Liverpool pada 2018 dan 2019 yang mampu tampil di final secara beruntun.
Selain itu, PSG datang ke partai puncak dengan reputasi sebagai tim paling produktif di kompetisi musim ini setelah mencetak 44 gol. Tantangan berikutnya adalah menghadapi pertahanan Arsenal yang sejauh ini baru kebobolan enam gol dalam 14 pertandingan.
Menariknya, final nanti juga mempertemukan dua pelatih asal Spanyol yang punya hubungan panjang sejak masa muda di Barcelona: Luis Enrique dan Mikel Arteta.
Baca Juga: Steven Gerrard Beritahu Arsenal Cara Kalahkan PSG di Final Liga Champions
Melansir Sports Mole, meski memberikan pujian kepada Arteta, Enrique tetap menegaskan bahwa PSG memiliki keyakinan penuh terhadap filosofi permainan mereka sendiri.
“Saya menghargai Mikelito Arteta. Kami pernah menjadi rekan satu tim ketika masih kecil, dia melakukan pekerjaan yang hebat di Arsenal.”
“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit dan berat, tetapi kami percaya pada gaya permainan sepak bola kami,” kata Enrique kepada wartawan setelah laga semifinal.
Pelatih PSG itu juga sangat puas dengan karakter yang ditunjukkan timnya saat menghadapi Bayern Munich, terutama dalam duel intens dengan pressing tinggi sepanjang pertandingan.
“Kenangan indah. Kami bisa meninggalkan pertandingan dengan intensitas tinggi. Pertahanan lebih baik daripada serangan. Karakter yang kami tunjukkan melawan tim seperti Bayern sangat positif. Kami sangat senang bisa mencapai final Liga Champions kedua berturut-turut.”
“Pertandingan ini sangat intens. Sangat sulit. Mereka bermain sepak bola di level tertinggi. Kedua tim mirip, kami suka melakukan pressing tinggi. Kami sangat senang.”
Baca Juga: Thierry Henry Sebut Level PSG di Atas Arsenal, Ini Faktor yang Jadi Pembeda
Hadiah Ulang Tahun
Luis Enrique bahkan mengaku keberhasilan lolos ke final menjadi hadiah ulang tahun yang sempurna baginya dan juga bagi para pendukung PSG.
“Dua hari lagi, saya akan merayakan ulang tahun saya. Saya sangat bahagia. Kami berada di fase selanjutnya dari kompetisi, final Liga Champions. Kami ingin memberikan hadiah seperti itu kepada para pendukung kami.”
Sementara itu, hubungan saling menghormati antara Enrique dan Arteta memang sudah terlihat sejak musim lalu. Sebelum semifinal Liga Champions musim sebelumnya, Arteta bahkan menyebut Enrique sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia.
Baca Juga: Kata Kvicha Kvaratskhelia Usai PSG Tembus Final Liga Champions Bersama Arsenal
"[Dia] Adalah seseorang yang sangat membantu saya. Saya sangat menghormatinya, baik sebagai pribadi maupun cara kerjanya," ujar Arteta kala itu.
Kini keduanya akan kembali beradu taktik di panggung terbesar sepak bola Eropa. Arsenal datang dengan pertahanan terbaik di kompetisi, sementara PSG membawa lini serang paling mematikan musim ini, kombinasi yang membuat final di Budapest diprediksi berlangsung sangat panas.