← Beranda
Mantan Wasit FIFA Nilai Gabriel Memang Tak Layak Kartu Merah Setelah Insiden dengan Giuliano Simeone
M Shofyan Dwi KurniawanKamis, 7 Mei 2026 | 02.24 WIB
Gabriel menekel Giuliano Simeone yang hendak menjebol gawang Arsenal. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kemenangan tipis Arsenal atas Atletico Madrid di semifinal Liga Champions tak lepas dari kontroversi. Salah satu momen yang paling ramai dibahas datang di awal babak kedua, ketika Gabriel lolos dari potensi kartu merah dalam situasi krusial.

Insiden terjadi pada menit ke-51. Giuliano Simeone memanfaatkan kesalahan lini belakang Arsenal dan berada dalam posisi emas untuk mencetak gol setelah melewati kiper. Namun, Gabriel datang dari belakang dan melakukan kontak yang cukup untuk mengganggu sang penyerang.

Pihak Atletico langsung bereaksi keras. Mereka menilai itu seharusnya menjadi penalti sekaligus kartu merah karena menggagalkan peluang mencetak gol yang jelas. Namun wasit Daniel Siebert tetap pada keputusannya: tidak ada pelanggaran. VAR pun menguatkan keputusan tersebut.

Baca Juga: Arsenal ke Final Liga Champions, Declan Rice: Ini Malam Terbaik di Emirates!

Melansir Give Me Sport, mantan wasit FIFA, Keith Hackett, kemudian ikut angkat bicara dan justru mendukung keputusan di lapangan.

“Ini jelas merupakan pertahanan yang sangat tidak rapi dari Gabriel, yang meletakkan lengan kirinya di bahu lawannya.”

“Saya tidak percaya bahwa kontak fisik saja sudah cukup untuk memberikan tendangan penalti yang kemudian diikuti dengan kartu merah atas upaya yang jelas untuk menggagalkan peluang mencetak gol, ketika Simeone merasakan lengan lawan, ia mulai mencondongkan tubuh ke belakang ke arah lawannya.”

Baca Juga: Jan Oblak Blak-blakan! Beber Ketakutan Pemain Atletico Madrid Saat Hadapi Arsenal, Sanjung Sosok Antoine Griezmann

“VAR kemudian harus mengamati dengan saksama insiden yang terjadi di mana kaki Gabriel bersentuhan dengan lawannya.”

“VAR telah meninjau ini, dan tidak ada cukup bukti untuk memberikan tendangan penalti dan mengeluarkan kartu merah untuk DOGSO.”

Pendapat Hackett memperjelas bahwa dalam situasi seperti ini, standar pembuktian memang sangat tinggi terutama untuk keputusan besar seperti penalti dan kartu merah.

Minta Penalti Lain

Kontroversi tak berhenti di situ. Atletico juga sempat meminta penalti lain setelah Antoine Griezmann terjatuh di kotak penalti. Namun, situasi tersebut sudah lebih dulu dihentikan karena pelanggaran lain, sehingga VAR tidak ikut campur.

Menariknya, Diego Simeone memilih tidak memperbesar polemik soal wasit. Pelatih Atletico itu justru menunjukkan sikap yang cukup tenang usai laga.

"Saya tidak akan fokus pada hal sederhana seperti insiden Griezmann. Jelas, itu pelanggaran. Wasit mengatakan ada pelanggaran oleh Marc [Pubill] terhadap salah satu pemain mereka. Saya tidak akan fokus pada itu. Itu akan menjadi alasan, dan saya tidak ingin membuat alasan."

"Kami sampai di tempat yang tak seorang pun bayangkan, bersaing dengan tim yang memiliki kekuatan luar biasa. Saya bangga berada di posisi ini.”

Baca Juga: Efisiensi! Atletico Madrid Pindah Hotel Bukan karena Buang Sial saat Hadapi Arsenal di Liga Champions

“Di pramusim, saat tim diperkenalkan, saya mengatakan kami akan bersaing. Dan kami memang bersaing. Sayangnya, kami belum memenangkan apa pun, tetapi kami telah mencapai tempat-tempat yang tidak mudah dicapai.”

Dalam kesempatan lain, Simeone kembali menegaskan bahwa kekalahan timnya bukan karena keputusan wasit.

"Kontroversi? Tidak ada yang perlu dikatakan, kami tersingkir. Selamat kepada Arsenal karena mereka bermain sangat baik. Mereka memiliki tim dan pelatih yang saya sukai. Mereka mengikuti proyek yang koheren dengan dukungan finansial yang kuat. Selamat kepada mereka, dan kami fokus pada pekerjaan kami."

"Jika kami tersingkir, itu karena lawan kami pantas lolos. Mereka memanfaatkan peluang mereka, termasuk peluang besar mereka di babak pertama, dan mereka pantas lolos. Jika Anda bertanya bagaimana perasaan saya, saya merasa tenang dan damai. Tim telah memberikan segalanya."

EDITOR: Banu Adikara