JawaPos.com - Diego Simeone menunjukkan sikap sportif usai Atletico Madrid harus mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions. Tersingkir dengan agregat 2-1 dari Arsenal di semifinal, pelatih asal Argentina itu tak ragu memberikan pengakuan besar kepada lawannya.
Padahal sebelumnya, Atletico tampil impresif dengan menyingkirkan Barcelona di perempat final dengan agregat 3-2. Namun ketika berhadapan dengan Arsenal, Simeone merasa timnya benar-benar bertemu level yang berbeda.
Melansir Barca Blaugranes, Simeone tak ragu memuji kualitas tim lawan.
Baca Juga: Arsenal ke Final Liga Champions, Declan Rice: Ini Malam Terbaik di Emirates!
“Yah, kalau kami tersingkir itu karena lawan kami memang pantas lolos,” katanya setelah pertandingan.
“Mereka memanfaatkan peluang besar di babak pertama dan mereka pantas lolos. Saya merasa tenang, saya merasa damai.”
Simeone juga mengakui bahwa timnya kurang tajam dalam memanfaatkan peluang, terutama di momen-momen krusial.
“Kami kurang klinis dalam situasi yang kami hadapi. Kami membaik di babak kedua. Ada beberapa hal yang seharusnya bisa menguntungkan kami, tetapi tidak terjadi.”
Simeone Tetap Bangga
Meski gagal melangkah lebih jauh, pelatih yang identik dengan gaya permainan penuh determinasi itu tetap bangga dengan perjuangan timnya sepanjang musim.
“Kami telah memberikan yang terbaik dan sekarang kami harus menerima posisi kami saat ini. Terima kasih kepada para pendukung dan pemain kami, saya merasa bangga berada di posisi ini sekarang.”
“Saya katakan kami ingin bersaing dan kami telah melakukannya. Sayangnya kami belum memenangkan apa pun, tetapi kami telah mencapai tempat-tempat yang sulit dicapai.”
Namun bagian paling menarik dari pernyataannya datang saat ia secara terbuka menempatkan Arsenal di posisi tertinggi dibanding semua lawan yang mereka hadapi musim ini.
“Arsenal adalah tim yang lebih baik dalam dua leg ini, mereka adalah tim terbaik yang pernah kami hadapi musim ini. Mereka bermain dengan ritme dan keyakinan yang sangat sulit untuk dihentikan.”
Baca Juga: Arsenal dan Keindahan Liga Champions yang Gila: Malam Jadi Pesta, Arteta ke Puncak Cerita
Pengakuan tersebut terasa semakin kuat mengingat Atletico sebelumnya mampu mengalahkan Barcelona di ajang domestik maupun Eropa, meski mereka juga sempat mengalami kesulitan menghadapi tim asuhan Hansi Flick di La Liga.
Sementara itu, Arsenal kini berada di ambang sejarah. Mereka akan tampil di final Liga Champions dan berpeluang meraih trofi pertama mereka di kompetisi ini, dengan lawan antara PSG atau Bayern Munich yang sudah menanti di Budapest.
Bagi Simeone, kekalahan ini mungkin menyakitkan. Tapi di saat yang sama, ia tampaknya sadar bahwa timnya baru saja disingkirkan oleh salah satu tim terbaik di Eropa saat ini.