JawaPos.com–Manchester United memastikan tiket ke Liga Champions musim depan setelah menumbangkan Liverpool 3-2 di Old Trafford. Laga ini bukan cuma soal tiga poin, tapi juga laga penuh cerita mulai dari dominasi awal, kontroversi VAR, hingga momen penentu di akhir pertandingan.
Melansir Sports Illustrated, berikut empat fakta penting dari kemenangan dramatis Setan Merah.
1. Cunha Makin Terbukti di Laga Besar
Matheus Cunha kembali menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar rekrutan biasa. Gol pembukanya jadi fondasi kemenangan United, sekaligus mempertegas statusnya sebagai pemain yang bisa diandalkan di laga besar.
Baca Juga: Liga Premier Jelaskan Alasan Gol Tangan Tuhan Benjamin Sesko Tetap Disahkan
Pergerakannya dari sisi kiri, ditambah chemistry dengan Luke Shaw, membuat lini serang United terlihat lebih hidup. Meski sempat butuh waktu untuk beradaptasi, kini Cunha mulai konsisten memberi dampak dan fans Old Trafford jelas mulai jatuh hati.
2. Kontroversi VAR yang Mengundang Perdebatan
Salah satu momen paling disorot datang dari gol Benjamin Sesko. Bola sempat terlihat mengenai tangannya sebelum masuk ke gawang, namun VAR tetap mengesahkan gol tersebut.
Keputusan ini memicu reaksi, terutama dari kubu Liverpool yang merasa dirugikan. Dengan alasan tidak ada bukti yang meyakinkan, gol tetap sah.
Baca Juga: Dipecundangi Manchester United, Arne Slot Ogah Jadikan Cedera sebagai Alasan
3. Liverpool Kehilangan Ketajaman Tanpa Striker Utama
Absennya beberapa pemain kunci di lini depan sangat terasa bagi Liverpool. Tanpa sosok striker utama, mereka kesulitan menembus pertahanan United, terutama di babak pertama.
Meski sempat bangkit di awal babak kedua dan berhasil menyamakan kedudukan, kurangnya daya gedor akhirnya jadi pembeda. Mereka punya momentum, tapi gagal memanfaatkannya untuk benar-benar membalikkan keadaan.
4. Lini Tengah United: Rapuh tapi Menentukan
Lini tengah Manchester United menunjukkan dua sisi yang kontras. Di satu sisi, mereka tampil dominan di babak pertama dengan Kobbie Mainoo jadi motor permainan yang impresif.
Namun di babak kedua, positioning yang terlalu agresif membuat United rentan terhadap serangan balik. Kesalahan ini hampir berujung petaka, sebelum akhirnya ditebus oleh Mainoo sendiri lewat gol kemenangan yang brilian.
Ironis tapi indah, kesalahan dan penebusan terjadi dalam pertandingan yang sama.
Kemenangan ini bukan yang paling sempurna dari Manchester United, tapi justru di situlah letak nilainya. Mereka sempat goyah, sempat kehilangan kontrol, tapi tetap menemukan cara untuk menang.