JawaPos.com - Pertandingan gila tersaji saat Bayern Munchen bertandang ke markas Paris Saint-Germain di leg pertama semifinal Liga Champions.
Hujan gol terjadi, drama tak terhindarkan, dan akhirnya Bayern harus pulang dengan kekalahan tipis 5-4. Namun, di balik hasil tersebut, Harry Kane merasa timnya sebenarnya punya peluang untuk “membunuh” laga lebih cepat.
Striker andalan Bayern itu membuka keran gol lewat titik putih di awal pertandingan, menjadi gol pertama dari total sembilan gol yang tercipta. Namun, PSG langsung merespons lewat permainan agresif mereka hingga sempat unggul jauh sebelum Bayern bangkit di akhir laga.
Baca Juga: Luis Enrique Bandingkan Dembele dengan Messi Usai PSG Menang Dramatis 5-4 atas Bayern Munchen
Melansir The Independent, meski kalah, Kane melihat duel ini sebagai pertarungan dua tim elit dengan kualitas menyerang yang luar biasa.
“Saya pikir Anda melihat dua tim tingkat tinggi di luar sana hari ini, terutama dalam permainan menyerang dan transisi. Kecepatan dan intensitas dalam pertarungan 1 lawan 1. Dua tim papan atas saling beradu kekuatan.”
Namun, Kane juga menyoroti momen krusial yang seharusnya bisa dimaksimalkan Bayern untuk mengunci pertandingan lebih awal.
“Secara keseluruhan, jika kita melihat gol-golnya - gol dari bola mati dan penalti agak terlalu keras jika jujur, tetapi kami memiliki momen-momen di mana kami bisa mengakhiri pertandingan lebih awal.”
Baca Juga: Gengsi Pep Guardiola! Pilih Tonton Laga Kasta Ketiga Liga Inggris Ketimbang PSG vs Bayern Munchen
Tertinggal 5-2 sempat membuat situasi terlihat mustahil bagi Bayern. Tapi mentalitas mereka berbicara lain. Dua gol tambahan memastikan agregat tetap hidup jelang leg kedua di Jerman.
“Kami sangat bangga karena berhasil menyamakan kedudukan menjadi 5-4, karena tertinggal 5-2 saat bermain tandang bisa menjadi situasi yang sangat sulit, tetapi kami berjuang keras dan berhasil menyamakan kedudukan.”
Menariknya, Kane juga membantah anggapan bahwa laga ini minim kualitas bertahan hanya karena banyaknya gol yang tercipta. Menurutnya, justru duel ini memperlihatkan kualitas pemain kelas dunia di kedua sisi lapangan.
“Meskipun ada sembilan gol yang tercipta, saya pikir pertahanan sepanjang pertandingan sangat luar biasa,” tambah Kane. “Anda memiliki pemain terbaik di dunia yang saling berhadapan, penyerang terbaik, bek terbaik, dan tentu saja terkadang penyerang akan unggul dan menunjukkan kualitas mereka seperti yang dilakukan kedua tim hari ini.”
Baca Juga: Bayern Munchen Jumawa! Tak Merasa Kalah Meski Ditekuk PSG 5-4 di Semifinal Liga Champions
Dengan agregat yang masih sangat terbuka, Kane percaya Bayern punya modal kuat saat giliran bermain di Allianz Arena.
“Saya tahu ada sembilan gol hari ini, tetapi pada dasarnya skornya 1-0 dan ini pertandingan tandang yang sulit [bagi PSG]. Kami pergi ke sana tanpa beban dan kami hanya perlu mempertahankan intensitas yang sama. Bermain di kandang dengan dukungan para penggemar kami di Allianz Arena, kami berharap itu dapat membantu kami meraih kemenangan.”
Sementara itu, pelatih Bayern, Vincent Kompany, juga menegaskan bahwa pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi dan margin yang sangat tipis.
“Saya akan mengatakan apa yang Anda harapkan? Saya pikir Anda telah melihat banyak pertahanan yang bagus hari ini, intens, duel, hanya saja marginnya sangat tipis.”
Baca Juga: Kontroversi VAR: Benarkah Penalti PSG Merugikan Bayern Munchen?
Ia juga menekankan bahwa menghadapi tim dengan level seperti PSG, tidak ada pilihan setengah-setengah dalam pendekatan permainan.
“Anda hanya punya dua pilihan, yang pertama adalah menyerang habis-habisan atau yang kedua adalah mundur sepenuhnya. Pilihan di antara keduanya tidak efektif melawan pemain-pemain di level itu dan pilihan di antara keduanya juga tidak efektif melawan pemain-pemain di level kami.”
Menatap leg kedua, Kompany menginginkan lebih dari sekadar performa yang sudah ditunjukkan.
“Lebih banyak. Bahkan lebih banyak lagi.”
“Kami bermain di kandang, akan ada 75.000 orang di stadion itu. Kami tidak hanya menginginkan kebisingan, kami menginginkan keramaian, kekuatan di stadion dan kami membutuhkannya. Maka itu akan menjadi tempat di mana apa pun bisa terjadi. Ini bukan stadion yang kekurangan momen-momen sukses bagi tim ini.”
Dengan agregat yang masih tipis dan atmosfer Allianz Arena yang siap “meledak”, satu hal jelas: leg kedua nanti bukan sekadar pertandingan, ini bisa jadi malam penentuan penuh drama.