JawaPos.com - Kemenangan dramatis 5-4 atas Bayern Munich jelas jadi modal penting bagi Paris Saint-Germain. Tapi buat Luis Enrique, skor itu belum cukup aman. Bahkan, pelatih asal Spanyol tersebut sudah mengantisipasi satu hal: leg kedua bakal lebih liar.
Melansir France24, alih-alih merasa nyaman, Enrique justru berpikir timnya masih harus kerja ekstra keras saat bertandang ke markas Bayern pekan depan.
"Saya baru saja bertanya kepada staf saya berapa banyak gol yang menurut mereka akan kami butuhkan minggu depan dan kami semua berpikir kami perlu mencetak setidaknya tiga gol," ujarnya.
Baca Juga: Luis Enrique Bandingkan Dembele dengan Messi Usai PSG Menang Dramatis 5-4 atas Bayern Munchen
Pernyataan itu terdengar cukup “gila”, tapi kalau melihat jalannya pertandingan leg pertama, rasanya masuk akal. Laga di Parc des Princes benar-benar seperti roller coaster: penuh gol, drama, dan momentum yang berubah-ubah.
Belum Aman, Malah Siap Tambah Gol
PSG memang unggul agregat sementara, tapi Enrique sadar betul bermain di kandang Bayern bukan perkara mudah. Atmosfer stadion dan tekanan dari suporter tuan rumah bisa mengubah segalanya.
Baca Juga: Gengsi Pep Guardiola! Pilih Tonton Laga Kasta Ketiga Liga Inggris Ketimbang PSG vs Bayern Munchen
"Bayern tentu saja akan bermain di stadion mereka dan akan lebih kuat dengan dukungan para penggemar mereka, tetapi kembali ke sana akan membawa kembali kenangan indah bagi kami. Kami ingin memiliki mentalitas yang sama dan akan berusaha untuk memenangkan pertandingan."
Dengan kata lain, PSG tidak datang untuk bertahan. Mereka datang untuk tetap menyerang.
Semifinal Rasa Final
Pertandingan leg pertama sendiri sudah mencetak sejarah kecil. Skor 5-4 menjadikannya salah satu semifinal dengan gol terbanyak di era modern Liga Champions. Bahkan, untuk menemukan duel dengan produktivitas serupa, harus mundur jauh ke era 1960-an.
Baca Juga: Bayern Munchen Jumawa! Tak Merasa Kalah Meski Ditekuk PSG 5-4 di Semifinal Liga Champions
Enrique pun mengakui betapa gilanya intensitas laga tersebut.
"Intensitas permainan sepanjang laga sangat luar biasa," katanya.
"Kami memenangkannya dan kami sangat senang, tetapi dengan skor 5-2 kami pikir kami bisa mendapatkan hasil yang lebih baik."
Menariknya, ia juga cukup jujur melihat pertandingan itu dari berbagai sisi.
"Kami pantas menang, tetapi kami juga pantas seri dan kalah!"
Komentar yang agak nyeleneh, tapi justru menggambarkan betapa terbukanya laga tersebut.
“Sepak Bola Itu Seperti Agama”
"Saya bangga dengan bagaimana kami bereaksi saat skor 5-2. Sungguh luar biasa bagaimana para pemain berjuang kembali," katanya.
Dan ketika ditanya soal gaya bermain menyerang dari kedua tim, Kompany memberikan analogi yang cukup dalam.
Baca Juga: Kontroversi VAR: Benarkah Penalti PSG Merugikan Bayern Munchen?
"Sepak bola agak mirip dengan agama – orang percaya pada apa yang mereka yakini, dan tidak ada satu gaya bermain pun yang lebih unggul dari yang lain."
Ia juga menyoroti kenapa laga ini terasa begitu “liar”.
"Apa yang terjadi hari ini adalah bentrohan dua ide yang serupa -- biasanya dalam situasi seperti ini ada satu tim yang mulai sedikit bertahan, tetapi kedua tim tidak ingin melakukan itu dan itulah mengapa pertandingan berjalan seperti itu."
Semua Masih Terbuka
Dengan selisih hanya satu gol, leg kedua jelas masih jauh dari kata selesai. Bayern hanya butuh satu kemenangan untuk membalikkan keadaan, apalagi mereka akan bermain di kandang sendiri.
"Aku tak sabar menantikan pertandingan leg kedua," kata Kompany.
Baca Juga: Luis Enrique Sebut PSG vs Bayern Sebagai Laga Terbaik dalam Kariernya
"Perbedaannya tidak terlalu besar dan kami hanya perlu memenangkan pertandingan. Kekuatan stadion kami dapat membuat perbedaan. Ini adalah tempat legendaris di mana Bayern telah meraih begitu banyak kesuksesan besar."
Satu hal yang pasti: kalau leg pertama saja sudah segila ini, leg kedua punya potensi jadi tontonan yang lebih kacau dalam arti yang paling seru.