← Beranda
Luis Enrique Sebut PSG vs Bayern Sebagai Laga Terbaik dalam Kariernya
M Shofyan Dwi KurniawanKamis, 30 April 2026 | 22.40 WIB
Pelatih Luis Enrique puji laga sengit PSG melawan Bayern Munchen. (@LigadeCampeones/X)
 
 

 

JawaPos.com - Paris Saint-Germain baru saja melewati salah satu malam paling gila dalam sejarah Liga Champions. Menang 5-4 atas Bayern Munich di leg pertama semifinal bukan cuma soal hasil, tapi juga soal kualitas pertandingan yang bikin siapa pun susah duduk tenang.

Dan bagi Luis Enrique, laga ini punya makna spesial. Bahkan, ia tanpa ragu menyebutnya sebagai yang terbaik sepanjang karier kepelatihannya.

Sembilan gol yang tercipta di Parc des Princes menjadikan pertandingan ini sebagai semifinal dengan skor tertinggi di era modern Liga Champions. Intensitas tinggi, tempo cepat, dan drama tanpa henti membuat laga ini terasa seperti final yang datang terlalu cepat.

“Yang Terbaik Sepanjang Karier”

Melansir ESPN, Luis Enrique, yang sebelumnya sukses melatih timnas Spanyol dan Barcelona, jelas bukan orang baru dalam laga besar. Ia pernah memimpin skuad bertabur bintang meraih gelar Liga Champions. Tapi, menurutnya, tidak ada yang bisa menandingi apa yang ia saksikan kali ini.

Baca Juga: 3 Hal Penting dari Duel Gila PSG vs Bayern Munchen di Semifinal Liga Champions

"Saya belum pernah melihat pertandingan dengan intensitas seperti ini," kata Luis Enrique. "Ini bukan saatnya untuk menunjukkan kekurangan; kita hanya perlu memberi selamat kepada semua orang."

Ia bahkan memberikan penilaian yang cukup unik terhadap jalannya pertandingan.

"Kami pantas menang, pantas imbang, dan pantas kalah hari ini. Ini pertandingan yang fantastis. Tanpa ragu, ini adalah pertandingan terbaik yang pernah saya ikuti sebagai pelatih."

Komentar tersebut mungkin terdengar aneh, tapi justru menggambarkan betapa terbukanya duel ini. Kedua tim sama-sama menyerang tanpa kompromi.

Drama dari 5-2 Jadi 5-4

PSG sempat terlihat akan menang mudah setelah unggul 5-2 di awal babak kedua. Dua pemain sayap mereka tampil ganas dan efektif di depan gawang.

Namun Bayern menunjukkan mentalitas khas mereka. Tak mau menyerah, tim tamu perlahan bangkit dan memangkas ketertinggalan menjadi 5-4. Gol demi gol yang tercipta di fase akhir laga membuat tensi pertandingan makin tidak terkendali.

Baca Juga: Empat Poin Penting dari PSG vs Bayern: Drama, Talenta Muda, dan Rekor Baru

Momentum inilah yang membuat leg kedua nanti terasa seperti cerita yang belum selesai.

Pelatih Ikut “Kelelahan”

Menariknya, Luis Enrique mengaku ikut “kehabisan energi” hanya dengan menyaksikan pertandingan dari pinggir lapangan.

"Saya sangat lelah, dan saya belum berlari satu kilometer pun," katanya. "Jadi saya tidak tahu bagaimana perasaan para pemain."

Pernyataan ini cukup menggambarkan betapa intensnya pertandingan tersebut. Bukan cuma bagi pemain, tapi juga bagi siapa pun yang terlibat.

Belum Selesai, Masih Ada Babak Berikutnya

Meski unggul agregat, Enrique sadar betul tantangan sebenarnya belum datang. Bermain di kandang Bayern selalu jadi ujian besar, apalagi dengan atmosfer stadion yang terkenal menekan lawan.

Baca Juga: Sama-sama Agresif, Dembele Prediksi PSG vs Bayern Kembali Hujan Gol di Leg Kedua Liga Champions

"Saya baru saja bertanya kepada staf saya, 'Menurut kalian berapa banyak gol yang kita butuhkan untuk memenangkan pertandingan ini?' Mereka menjawab, 'Minimal tiga.' Bayern Munich di stadion mereka bahkan lebih kuat, tetapi kami akan mencoba dan menunjukkan mentalitas yang sama."

Dengan selisih hanya satu gol, peluang kedua tim masih terbuka lebar. Kalau leg pertama saja sudah seintens ini, leg kedua punya semua bahan untuk jadi pertandingan yang bahkan lebih “liar”.

EDITOR: Edi Yulianto