← Beranda
Harry Kane Pecahkan Rekor Steven Gerrard di Liga Champions
M Shofyan Dwi KurniawanKamis, 30 April 2026 | 15.27 WIB
Penyerang Bayern Munchen Harry Kane cetak gol ke gawang PSG. (Dok. Bayern Munchen)

 

JawaPos.com - Harry Kane mungkin pulang dari Paris dengan kekalahan bersama Bayern Munchen. Tapi secara individu, ia tetap mencetak sejarah.

Gol pembuka yang ia cetak dari titik penalti dalam laga melawan PSG bukan sekadar membuka skor. Itu juga memastikan Kane resmi memecahkan rekor lama milik Steven Gerrard sebagai pemain Inggris dengan rentetan gol terpanjang di Liga Champions.

Baca Juga: Jelang Leg Kedua Bayern Munchen vs PSG, Ini Permintaan Unik Vincent Kompany agar Atmosfer Allianz Arena Makin Angker

Rekor Baru untuk Kane

Melansir ESPN, dengan gol tersebut, Kane kini mencetak gol dalam enam pertandingan Liga Champions berturut-turut. Capaian itu melampaui catatan Gerrard yang sebelumnya berhenti di lima laga bersama Liverpool pada musim 2007-08.

Untuk konteks yang lebih luas, rekor ini memang belum menyentuh level Cristiano Ronaldo yang pernah mencetak gol dalam 11 pertandingan beruntun. Tapi tetap saja, untuk pemain Inggris, ini adalah pencapaian yang sangat spesial.

Baca Juga: Arsenal Main Imbang 1-1 Kontra Atletico, Seluruh Gol Lahir dari Penalti

Musim yang Gila

Rekor ini bukan kebetulan. Kane memang sedang menjalani salah satu musim terbaik dalam kariernya.

  • Ia sudah mencetak 54 gol di semua kompetisi musim ini
  • Menjadi torehan tertinggi di lima liga top Eropa sejak musim luar biasa Robert Lewandowski (55 gol pada 2019/20)
  • Bahkan, jika dihitung di semua kompetisi, Kane sudah mencetak gol dalam delapan pertandingan beruntun

Singkatnya: hampir setiap kali Kane main, hampir pasti dia mencetak gol.

Baca Juga: Pecahkan Rekor Dunia! Desak Made Rita/Kadek Adi Asih Persembahkan Medali Emas di Asian Beach Games 2026

 

Laga Penuh Drama

Pertandingan itu sendiri berlangsung seperti film aksi tanpa jeda. Bayern sempat unggul lewat penalti Kane, tapi PSG membalas dan bahkan menjauh hingga 5-2.

Meski begitu, Bayern tidak menyerah. Gol dari Dayot Upamecano dan Luis Díaz membuat skor jadi 5-4, menjaga harapan tetap hidup untuk leg kedua.

Kane pun mengakui betapa intensnya pertandingan tersebut.

"Saya rasa Anda melihat dua tim papan atas di sana," katanya. "Terutama dalam permainan menyerang, transisi, kecepatan, intensitas, dan duel satu lawan satu. Dua tim papan atas saling beradu kekuatan."

Ia juga menyoroti mentalitas timnya yang tidak menyerah meski tertinggal jauh.

"Tapi kami berjuang dan berusaha keras, dan kami berhasil menyamakan kedudukan."

Fokus ke Leg Kedua

Dengan selisih hanya satu gol, Bayern masih punya peluang besar saat bermain di kandang sendiri.

Kane percaya atmosfer Allianz Arena bisa jadi faktor penentu.

"Ada banyak momen menegangkan di luar sana dan mungkin akan sama minggu depan."

"Jadi, dengan bermain di kandang sendiri dan mendapat dukungan penuh dari penonton di Allianz Arena, kami berharap itu bisa membantu kami meraih kemenangan."

Kalah di laga besar memang pahit. Tapi memecahkan rekor di panggung sebesar Liga Champions? Itu tetap sesuatu yang layak dirayakan.

EDITOR: Banu Adikara