JawaPos.com - Kasus doping yang menjerat winger Mykhailo Mudryk ternyata bukan hanya menjadi pukulan bagi Chelsea, tetapi juga berdampak besar terhadap mantan klubnya, Shakhtar Donetsk.
Klub asal Ukraina itu disebut terancam kehilangan bonus transfer bernilai fantastis akibat hukuman yang kini dijalani sang pemain.
Mudryk diketahui mendapat sanksi larangan bermain selama empat tahun setelah dinyatakan melanggar aturan doping.
Baca Juga: Suporter yang Berlaku Rasis ke Marcus Rashford Dijatuhi Hukuman Penjara
Zat terlarang meldonium ditemukan dalam sampel tes yang diambil saat pemain berusia 25 tahun itu menjalani tugas bersama tim nasional Ukraina.
Kasus tersebut membuat karier Mudryk bersama Chelsea terhenti sejak akhir 2024. Ia terakhir kali tampil pada pertandingan UEFA Europa Conference League pada November tahun itu sebelum akhirnya menjalani skors sementara.
Situasi ini kini berdampak langsung terhadap kesepakatan transfer antara Chelsea dan Shakhtar Donetsk saat transfer Mudryk terjadi pada Januari 2023.
Baca Juga: Eks Pelatih Inggris Steve McClaren Masuk Radar Rotherham United untuk Musim Depan
Ketika itu, Chelsea mendatangkan pemain sayap asal Ukraina tersebut dengan nilai transfer yang bisa mencapai 88 juta poundsterling.
Namun, tidak seluruh nilai transfer dibayarkan di awal. Sebagian dana dalam kesepakatan tersebut berupa bonus tambahan berdasarkan performa pemain dan pencapaian klub. Nilainya mencapai sekitar 26 juta poundsterling atau setara lebih dari Rp500 miliar.
CEO Shakhtar Donetsk, Serhii Palkin, mengungkapkan bahwa klubnya kini berada dalam posisi sulit karena bonus tersebut berpotensi gagal didapatkan.
Menurut Palkin, sejumlah klausul bonus berkaitan langsung dengan kontribusi Mudryk di lapangan, termasuk jumlah penampilan, gol, assist, hingga keberhasilan Chelsea meraih trofi bergengsi seperti UEFA Champions League dan Premier League.
Dengan kondisi Mudryk yang tidak bisa bermain dalam waktu lama, peluang untuk memenuhi target-target tersebut otomatis menurun drastis.
“Kami masih memiliki bonus sebesar 30 juta euro dalam kontraknya. Jika dia tidak bermain atau Chelsea gagal mendapatkan hasil yang dibutuhkan, maka kami kehilangan uang itu,” ujar Palkin dikutip dari thesun.uk.co.
Baca Juga: Kabar Kembalinya Mourinho ke Real Madrid Dinilai Berisiko, Masa Lalunya Jadi Sorotan!
Ia juga menyebut situasi tersebut menjadi pukulan finansial besar bagi Shakhtar, terlebih klub masih berharap bonus itu bisa membantu kondisi keuangan mereka dalam beberapa tahun ke depan.
Meski demikian, Palkin tetap memberikan dukungan kepada mantan pemainnya tersebut. Ia percaya Mudryk masih memiliki peluang untuk kembali ke dunia sepak bola profesional setelah proses banding selesai.
Saat ini Mudryk diketahui sedang mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga atau CAS untuk mencoba mengurangi maupun membatalkan hukuman yang diterimanya.
Baca Juga: Neymar Berharap Dipanggil Ancelotti ke Piala Dunia 2026, Impikan Final Brasil vs Argentina
“Saya mengenalnya sebagai pemain dan pribadi yang baik. Saya percaya dia bisa kembali bermain,” kata Palkin.
Sementara itu, kontrak Mudryk bersama Chelsea masih berlaku hingga 2031. Namun sejak kasus doping mencuat, pemain asal Ukraina itu lebih banyak menghindari sorotan publik dan hanya sesekali muncul di media sosial.
Kasus ini menjadi pelajaran besar bahwa persoalan di luar lapangan dapat memberikan dampak luas, bukan hanya bagi pemain dan klub saat ini, tetapi juga pihak lain yang terlibat dalam kesepakatan transfer bernilai besar di sepak bola modern.