← Beranda
Suporter yang Berlaku Rasis ke Marcus Rashford Dijatuhi Hukuman Penjara
Andre Rizal HanafiKamis, 30 April 2026 | 14.04 WIB
Kekecewaan mendalam Marcus Rashford usai Barcelona gagal ke semifinal liga champions. (Mirror)

 

JawaPos.com - Kasus rasisme kembali mencoreng dunia sepak bola Eropa. Kali ini, seorang suporter di Spanyol dijatuhi hukuman penjara bersyarat setelah terbukti melakukan pelecehan rasial terhadap Marcus Rashford saat pertandingan berlangsung.

Insiden tersebut terjadi dalam laga FC Barcelona melawan Real Oviedo di Stadion Carlos Tartiere pada September tahun lalu. 

Dalam pertandingan itu, Rashford tampil sebagai starter dan membantu Barcelona meraih kemenangan 3-1 lewat kontribusi satu assist untuk Ronald Araujo.

Baca Juga: Eks Pelatih Inggris Steve McClaren Masuk Radar Rotherham United untuk Musim Depan

Menurut laporan pengadilan di Oviedo, dikutip dari thesun.uk.co, pelaku terbukti melontarkan komentar bernada diskriminatif kepada penyerang asal Inggris tersebut dari tribun stadion. 

Kasus itu kemudian dilaporkan ke pihak liga dan langsung diproses secara hukum.
Pengadilan akhirnya menjatuhkan hukuman penjara selama sembilan bulan kepada pelaku. 

Namun sesuai aturan hukum di Spanyol, hukuman penjara di bawah dua tahun biasanya dapat ditangguhkan apabila pelaku tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya.

Baca Juga: Kabar Kembalinya Mourinho ke Real Madrid Dinilai Berisiko, Masa Lalunya Jadi Sorotan!

Meski tidak langsung mendekam di penjara, pelaku tetap harus menjalani sejumlah syarat tambahan. Ia diwajibkan mengikuti program edukasi serta menerima hukuman larangan masuk stadion selama tiga tahun. Selain itu, pengadilan juga menjatuhkan denda sebesar 900 euro atau sekitar Rp16 juta.

Pihak La Liga menyambut putusan tersebut sebagai langkah penting dalam perang melawan rasisme di sepak bola Spanyol. 

Dalam pernyataan resminya, La Liga menegaskan bahwa mereka terus berupaya menindak segala bentuk diskriminasi baik di dalam maupun di luar stadion.

Liga Spanyol menyebut keputusan pengadilan ini menjadi kemenangan hukum ke-11 yang berhasil mereka dorong dalam kasus rasisme di sepak bola. 

Mereka juga menilai langkah tegas seperti ini penting untuk memberikan efek jera kepada pelaku.

Beberapa tahun terakhir, isu rasisme memang menjadi sorotan serius di kompetisi Spanyol. 

Sejumlah pemain top pernah menjadi korban tindakan serupa, termasuk Vinicius Junior, Samuel Chukwueze, hingga Inaki Williams.

Baca Juga: Neymar Berharap Dipanggil Ancelotti ke Piala Dunia 2026, Impikan Final Brasil vs Argentina

Sementara itu, Rashford sendiri tengah menikmati performa cukup stabil bersama Barcelona. Pemain berusia 28 tahun tersebut bergabung dengan klub Catalan itu dengan status pinjaman dari Manchester United pada awal musim.

Sejauh ini Rashford sudah mencatatkan kontribusi yang cukup penting dengan torehan 13 gol dan 13 assist dari 45 pertandingan di semua kompetisi. Penampilannya membuat Barcelona disebut mempertimbangkan opsi pembelian permanen.

Meski begitu, masa depan Rashford masih menjadi tanda tanya. Barcelona dikabarkan belum mencapai kesepakatan terkait nilai transfer permanen sang pemain. 

Baca Juga: Hansi Flick Segera Perpanjang Kontrak di Barcelona Usai Bawa Blaugrana Dekati Gelar LaLiga

Di sisi lain, Manchester United disebut mulai membuka peluang melepas Rashford secara permanen pada bursa transfer musim panas mendatang.

Kasus yang menimpa Rashford ini kembali menjadi pengingat bahwa rasisme masih menjadi masalah besar di dunia sepak bola. 

Hukuman tegas dari pengadilan dan dukungan penuh dari La Liga diharapkan bisa menjadi langkah nyata untuk menciptakan lingkungan sepak bola yang lebih aman dan bebas diskriminasi.

EDITOR: Banu Adikara