JawaPos.com–Declan Rice tak ingin Arsenal hanya numpang lewat di puncak klasemen. Gelandang andalan The Gunners itu menegaskan timnya siap menjaga posisi teratas Premier League hingga garis finis, setelah kembali merebut singgasana dari Manchester City.
Kemenangan tipis 1-0 atas Newcastle di Emirates jadi momen krusial. Gol cepat Eberechi Eze di menit kesembilan cukup untuk mengamankan tiga poin penting, sekaligus mengakhiri dominasi City yang sempat memimpin klasemen selama beberapa hari.
Hasil ini membuat Arsenal unggul tiga poin dari rivalnya, meski sudah memainkan satu laga lebih banyak. Dengan jadwal yang masih menyisakan beberapa pertandingan penting, peluang tetap terbuka lebar.
Baca Juga: Mimpi Xavi: Kembalinya Messi dan Neymar ke Barcelona, Kenapa Semua Gagal?
Arsenal kini bersiap menghadapi rangkaian laga penentu, dimulai dari Fulham, lalu berlanjut melawan West Ham, Burnley, dan Crystal Palace. Setiap pertandingan terasa seperti final, dan Rice paham betul tekanan yang datang bersama situasi ini.
Melansir ESPN, Declan Rice menegaskan ambisi Arsenal untuk tetap berada di peringkat nomor satu klasemen Liga Inggris.
”Itulah yang terjadi sepanjang musim dan itulah yang kami inginkan hingga akhir musim tetap berada di puncak, tetap positif,” kata Declan Rice.
Baca Juga: Manchester City Lolos ke Final FA Cup! Krisis Cedera Rodri hingga Gvardiol Jadi Ancaman Serius
”Masih ada empat pertandingan tersisa dan itulah yang ingin kami lakukan, terus memenangkan lebih banyak pertandingan dan kami akan siap untuk itu,” imbuh dia.
Dia juga menegaskan betapa pentingnya kemenangan atas Newcastle, terutama setelah laga berat sebelumnya.
”Tiga poin (melawan Newcastle) sangat penting. Setelah pekan yang kami lalui melawan Manchester City, kami tahu dengan lima pertandingan tersisa, kami harus memenangkan kelima pertandingan tersebut,” terang Declan Rice.
”Mencapai kemenangan itu benar-benar memberi kami semangat, jadi kami sangat, sangat senang dengan kemenangan ini,” lanjut dia.
Nada optimistis jelas terasa dari ruang ganti Arsenal. Meski tekanan besar terus mengintai, mental tim terlihat tetap solid.
Di tengah perburuan gelar liga, Arsenal juga harus membagi fokus ke Liga Champions. Mereka dijadwalkan bertandang ke Spanyol untuk menghadapi Atletico Madrid di semifinal. Namun bagi Rice, kunci utama adalah tetap fokus pada satu pertandingan dalam satu waktu.
”Kami telah bermain dalam pertandingan-pertandingan sulit dalam tiga atau empat tahun terakhir di level tertinggi, jadi kami tahu apa yang diharapkan dan apa yang akan terjadi,” ujar Declan Rice.
”Kita adalah semifinalis Liga Champions, mari kita terima, nikmati, dan terus berjuang. Kita adalah semifinalis Liga Champions, mari kita terima, nikmati, dan terus berjuang. Sejujurnya, Anda tidak terlalu memikirkannya karena Anda tidak bisa memikirkan masa depan ketika Anda memiliki pertandingan seperti melawan Newcastle,” sambung dia.
”Jelas sekarang saya bisa fokus pada Atlético, tetapi Anda tidak boleh terlalu terpaku pada apa yang akan datang, itu hanya akan menghabiskan terlalu banyak energi. Anda perlu fokus pada apa yang bisa kita kendalikan di pertandingan berikutnya. Sekarang kita fokus pada Atlético. Kita harus terus maju dan siap menghadapi apa pun yang akan datang,” tutur Declan Rice.
Pendekatan step by step ini jadi kunci Arsenal agar tidak kehilangan arah di momen krusial. Di sisi lain, Arsenal dibuat sedikit cemas dengan kondisi Eberechi Eze, yang harus ditarik keluar setelah mencetak gol kemenangan. Kebugarannya kini jadi perhatian jelang laga penting di Eropa.
Rice pun tak ragu memuji kontribusi sang pemain.
”Itulah tujuan dia didatangkan ke sini. Saya sudah bilang beberapa minggu lalu, kemampuan menendang bolanya luar biasa. Pemain yang hebat, orang yang hebat, dan dia akan sangat penting bagi kami dalam beberapa minggu ke depan. Kami benar-benar membutuhkannya,” ucap Declan Rice.
Baca Juga: Klasemen Liga Spanyol: Barcelona di Puncak, Sevilla Terancam Degradasi
Dengan sisa musim yang semakin menegangkan, Arsenal tahu mereka tak punya banyak ruang untuk melakukan kesalahan.