JawaPos.com - Pelatih Napoli Antonio Conte kembali memanaskan situasi internal tim dengan melontarkan sindiran halus kepada penyerang Romelu Lukaku. Ketegangan antara keduanya mencuat lagi setelah sempat mereda dalam beberapa hari terakhir.
Konflik itu bermula bulan lalu ketika Lukaku menjadi sorotan karena tidak menghadiri sesi latihan tim. Saat itu, pemain berusia 32 tahun itu sebelumnya mengundurkan diri dari tugas internasional bersama Timnas Belgia dengan alasan cedera.
Napoli kemudian merilis pernyataan resmi yang cukup keras. Klub menegaskan bahwa Lukaku tidak merespons panggilan latihan dan membuka kemungkinan pemberian sanksi disiplin, termasuk meninjau kelanjutan partisipasinya bersama tim.
Akibat ketidakhadiran tanpa izin itu, Lukaku dijatuhi denda. Lukaku baru kembali ke Napoli awal pekan ini, sebelum akhirnya mendapatkan izin untuk melanjutkan tahap akhir pemulihan cedera di Belgia. Sempat muncul laporan bahwa Lukaku telah bertemu dengan direktur olahraga Giovanni Manna serta Conte untuk meredakan situasi. Namun, pernyataan terbaru Conte justru membantah kabar yang beredar.
“Saya belum sempat berbicara dengannya. Saya tahu salah satu direktur kami sudah bertemu dengannya dan dia memang datang ke pusat latihan,” ujar Conte kepada DAZN.
Conte menambahkan sindiran yang memperjelas kekecewaannya. “Kantor saya ada di sana, tapi tidak ada yang mengetuk pintu. Itu membuat saya kecewa. Saya mengharapkan setidaknya sapaan atau pesan,” kata Conte.
Baca Juga: Napoli Ganyang Cremonese 4-0 di Kandang Sendiri, Kevin De Bruyne Puas
Conte juga menyinggung kurangnya komunikasi dari pihak pemain. “Dalam situasi seperti ini, pelatih berusaha memahami semua orang, tetapi tidak ada yang mencoba memahami pelatih. Saya tidak mengira situasi ini akan terjadi,” tegasnya.
Di sisi lain, Lukaku sebelumnya telah memberikan penjelasan terkait absensinya. Lukaku mengakui mengalami tekanan fisik dan mental sepanjang musim 2025/2026. Musim ini memang berjalan sulit bagi mantan pemain Manchester United dan Chelsea itu. Selain masalah cedera berulang, Lukaku juga harus bersaing dengan penyerang baru Rasmus Hojlund yang didatangkan dari Manchester United.
Tidak hanya itu, Lukaku juga mengalami duka pribadi setelah ayahnya, Roger, meninggal dunia pada September 2025. Dalam pernyataannya di media sosial, Lukaku menjelaskan bahwa dirinya mengalami peradangan pada otot pinggul di sekitar jaringan bekas cedera yang merupakan masalah kedua sejak kembali bermain pada awal November.
“Musim ini sangat berat bagi saya, baik karena cedera maupun kehilangan pribadi. Saya ingin bermain dan menang untuk tim, tetapi saat ini saya harus memastikan kondisi saya benar-benar pulih secara medis,” tulis Lukaku dikutip dari Daily Mail.
Lukaku menegaskan bahwa keputusannya menjalani rehabilitasi di Belgia bertujuan agar dapat kembali dalam kondisi terbaik dan membantu Napoli serta tim nasional mencapai target mereka. Sementara itu, di atas lapangan, Napoli menunjukkan performa impresif dengan kemenangan 4-0 atas Cremonese pada Sabtu (25/4).
Hasil itu membuat mereka saat ini berada di posisi kedua klasemen Serie A. Meskipun demikian, Napoli masih tertinggal sembilan poin dari pemuncak klasemen Inter Milan dan telah memainkan satu pertandingan lebih banyak. Situasi merenggangnya hubungan Lukaku dengan sang pelatih membuat masa depan Lukaku di Napoli pun kian tidak menentu.