JawaPos.com–Real Madrid harus bersiap menghadapi kenyataan pahit musim tanpa trofi. Seperti yang sudah sering terjadi di era Florentino Perez, kondisi seperti ini biasanya diikuti dengan bersih-bersih besar-besaran di balik layar.
Secara publik, Florentino Perez mungkin tetap terlihat tenang. Tapi di belakang? Ceritanya sering berbeda.
Dalam beberapa bulan terakhir saja, perubahan drastis sudah terjadi. Mulai dari pemecatan Xabi Alonso, yang dianggap gagal meracik tim bertabur bintang ini jadi unit yang solid.
Baca Juga: Update Cedera Lamine Yamal: Terancam Absen di Piala Dunia jika Paksa Pulih Cepat
Alih-alih evaluasi menyeluruh, arah kebijakan klub justru terkesan mencari kambing hitam. Dan kini, nama Juni Calafat mulai masuk radar.
Melansir The Real Champs, Perez masih mempercayai tangan kanannya, Jose Angel Sanchez. Tapi tidak demikian dengan Calafat.
Kepala pencari bakat yang selama ini jadi otak di balik banyak transfer sukses itu kini posisinya mulai goyah. Bukan cuma dia, Santiago Solari figur penting lain di struktur klub juga disebut berpotensi tersingkir. Padahal kalau ditarik ke belakang, kontribusi Calafat jelas bukan kaleng-kaleng.
Baca Juga: Barcelona Kritik Wasit La Liga usai Gol Ferran Torres Dianulir
Memang benar, tidak semua rekrutannya langsung meledak. Beberapa pemain muda seperti Franco Mastantuono masih butuh waktu untuk berkembang. Tapi kalau bicara hit rate secara keseluruhan, justru meningkat dibanding masa awal kariernya.
Dan yang paling penting tulang punggung kesuksesan Real Madrid dalam dua gelar Liga Champions terakhir? Banyak di antaranya adalah temuan Calafat.
Vinicius Junior, Rodrygo Goes, Eder Militao, hingga Fede Valverde, semua datang lewat scouting vision yang dia bangun. Tanpa mereka, sulit membayangkan Madrid bisa kembali ke puncak Eropa dalam beberapa tahun terakhir.
Lalu apa yang sebenarnya salah musim ini? Banyak yang mulai mengarah ke satu keputusan besar kedatangan Kylian Mbappe.
Di atas kertas, ini transfer impian. Tapi di lapangan, efeknya tidak sesederhana itu. Untuk mengakomodasi Mbappe, keseimbangan tim justru terganggu.
Beberapa pemain kunci seperti Valverde, Jude Bellingham, Rodrygo, Aurelien Tchouameni, Arda Guler, hingga terutama Vinicius Junior, disebut kesulitan menemukan peran terbaiknya.
Alih-alih memperkuat lini yang butuh perbaikan seperti lini tengah pasca kepergian Toni Kroos atau sektor pertahanan Madrid justru menambah satu lagi superstar di lini depan. Hasilnya? Tim jadi terlihat berat sebelah.
Situasi ini membuat keputusan-keputusan Perez kembali dipertanyakan. Tapi seperti pola yang sudah-sudah, bukan tidak mungkin justru orang-orang di balik layar seperti Calafat yang akan jadi korban.
Kalau benar itu terjadi, Madrid mungkin bukan hanya kehilangan musim tapi juga fondasi penting untuk masa depan. Karena membangun tim hebat itu bukan cuma soal mendatangkan bintang, tapi juga soal menemukan mereka sebelum jadi besar. Dan di situlah peran Calafat selama ini begitu krusial.