← Beranda
Arbeloa Terancam Lengser, Perez Disebut Sudah Kehilangan Kesabaran
M Shofyan Dwi KurniawanJumat, 24 April 2026 | 20.31 WIB
Penampilan pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Situasi di kursi pelatih Real Madrid kembali memanas. Alvaro Arbeloa, yang sempat dianggap sebagai penyelamat sementara, kini justru berada di ujung tanduk.

Di balik layar, Florentino Perez disebut sudah kehilangan kesabaran dan mendorong pergantian pelatih secepat mungkin.

Padahal, kalau dilihat secara objektif, Arbeloa tidak sepenuhnya gagal. Ia datang di tengah situasi sulit setelah Xabi Alonso kehilangan kendali atas ruang ganti.

Dalam kondisi seperti itu, tugas utama Arbeloa jelas bukan langsung mengangkat trofi, melainkan menstabilkan tim. Dan itu berhasil ia lakukan.

Ruang ganti yang sebelumnya retak perlahan kembali solid. Hubungan antar pemain membaik, atmosfer tim lebih kondusif. Sayangnya, di klub sebesar Real Madrid, harmoni saja tidak cukup. Trofi tetap jadi tolok ukur utama dan di sinilah Arbeloa mulai kehilangan pijakan.

Melansir The Real Champs, laporan dari internal klub menyebutkan bahwa sebenarnya ada perbedaan pendapat di jajaran direksi.

Beberapa pihak ingin memberi Arbeloa waktu lebih lama, setidaknya satu musim penuh untuk benar-benar membuktikan kapasitasnya. Tapi masalahnya sederhana: keputusan akhir tetap di tangan Florentino Perez.

Dan kalau Perez sudah punya keinginan, biasanya sulit digoyahkan.

Presiden Real Madrid itu dikenal punya standar tinggi dan selera besar. Nama-nama seperti Jose Mourinho dan Jurgen Klopp kabarnya jauh lebih sesuai dengan profil pelatih yang ia inginkan: berkarisma, punya rekam jejak juara, dan mampu membawa “aura galáctico” ke bangku cadangan.

Di sisi lain, Arbeloa meski punya koneksi emosional dengan klub sebagai mantan pemain, masih minim pengalaman dan belum punya prestasi besar sebagai pelatih. Dalam logika Perez, itu jadi celah yang sulit ditoleransi.

Situasinya jadi agak ironis. Dukungan dari pemain ada. Beberapa petinggi klub juga tidak sepenuhnya menolak keberlanjutan proyek Arbeloa. Tapi semua itu bisa jadi tidak berarti ketika presiden sudah mengambil sikap tegas.

Real Madrid, bagaimanapun, adalah panggung milik Perez. Dengan pengaruh besar yang ia miliki, Perez punya “hak istimewa” untuk menentukan arah klub sesuai visinya. Bahkan, keputusan yang terkesan keras sekalipun tetap berjalan tanpa banyak hambatan.

Jika tidak ada perubahan drastis, maka pemecatan Arbeloa tampaknya hanya tinggal menunggu waktu. Dan seperti biasa di Madrid, proses pencarian pelatih baru kemungkinan akan dimulai bahkan sebelum kursi itu benar-benar kosong.

EDITOR: Banu Adikara