JawaPos.com - Pemecatan Liam Rosenior dari kursi pelatih Chelsea memang terasa seperti akhir yang sudah bisa ditebak. Namun, menurut Gary Neville, ada dua sosok di dalam skuad yang ikut memperburuk situasi hingga sang manajer akhirnya harus angkat kaki.
Melansir Give Me Sport, nama yang disorot mantan bek Manchester United itu adalah Enzo Fernandez dan Marc Cucurella.
Setelah hanya 106 hari menjabat, Rosenior resmi dipecat usai Chelsea menelan kekalahan 3-0 dari Brighton. Lebih parah lagi, The Blues gagal mencetak gol dalam seluruh rentetan kekalahan tersebut.
Baca Juga: Chelsea Tegas Tolak John Terry, McFarlane Tetap Jadi Solusi Sementara
Neville: Bukan Hanya Salah Pelatih
Dalam pandangannya, Rosenior bukan satu-satunya pihak yang pantas disorot. Neville justru menilai akar masalah Chelsea jauh lebih dalam, mulai dari pemilik klub, direktur olahraga, hingga para pemain senior.
"Saya pikir di akhir musim itu mungkin akan terjadi, saya pikir mereka mungkin akan bertahan sampai akhir musim, mengingat dia memiliki kontrak enam tahun, tetapi saya rasa itu sama sekali bukan cerminan dari Liam..."
Komentar itu menegaskan bahwa Neville melihat Rosenior lebih sebagai korban dari situasi yang kacau di internal klub.
Ia lalu mengkritik keras kebijakan manajemen Chelsea yang menurutnya terus membuat keputusan jangka panjang yang tidak realistis.
"Pelatih selalu menjadi sasaran kritik, itulah peran mereka, mereka tahu merekalah yang akan dipecat, lebih mudah untuk memecat seorang pelatih daripada 25 pemain."
Menurut Neville, keputusan memberi kontrak jangka sangat panjang kepada manajer maupun pemain sejak awal memang sudah terasa bermasalah.
Baca Juga: Tiga Kandidat Kuat Pengganti Liam Rosenior di Chelsea
Cucurella dan Enzo Dinilai “Menjebak” Rosenior
Bagian paling menarik dari komentar Neville adalah ketika ia secara langsung menyebut dua pemain senior sebagai faktor yang mempercepat kejatuhan Rosenior.
Menurutnya, pernyataan terbuka dari Cucurella dan Enzo yang menunjukkan kedekatan mereka dengan Enzo Maresca membuat posisi Rosenior semakin sulit.
"Tapi ayolah… Cucurella dan Fernandez, pemain berpengalaman, mungkin satu-satunya dua pemain berpengalaman yang dimiliki Chelsea, menjebaknya dalam beberapa minggu terakhir dengan menyebutkan fakta bahwa mereka pada dasarnya menyukai Maresca."
Pernyataan seperti ini jelas tidak membantu seorang pelatih yang sedang berjuang mempertahankan ruang ganti.
Ketika pemain senior secara terbuka memberi kesan lebih nyaman dengan pelatih sebelumnya, pesan yang sampai ke manajemen sangat jelas: ruang ganti mulai tidak solid.
Baca Juga: Pemain Chelsea Disebut Muak dengan Cara Melatih Liam Rosenior
Komentar yang Memperkeruh Suasana
Marc Cucurella sebelumnya sempat mengatakan: "Dengan Enzo Maresca sebagai pelatih, kami lebih stabil, karena kami bekerja bersama selama 18 bulan."
Ia bahkan menyebut klub seharusnya menunggu hingga akhir musim sebelum membuat keputusan.
Di sisi lain, Enzo Fernandez juga memicu spekulasi baru setelah menjawab, "Saya tidak tahu," saat ditanya apakah ia masih akan bertahan musim depan.
Ditambah rumor bahwa dirinya akan lebih bahagia di Real Madrid, situasi ini jelas membuat atmosfer klub semakin panas.
Baca Juga: Isu Ruang Ganti Jadi Pemicu Utama Pemecatan Liam Rosenior di Chelsea
Chelsea Masih Cari Arah
Di luar kritik kepada pemain, Neville tetap menempatkan sorotan utama pada dewan direksi Chelsea. Baginya, proyek jangka panjang yang dibangun klub sejauh ini belum menunjukkan arah yang jelas.
Perombakan pelatih yang terlalu cepat, kontrak panjang, dan kurangnya figur berpengalaman di level manajemen disebut sebagai akar masalah.
Untuk Rosenior sendiri, Neville justru memberi pesan yang cukup tegas: lupakan episode Stamford Bridge dan lanjutkan karier di tempat lain.
Melihat kondisi Chelsea saat ini, sulit untuk membantah bahwa masalah mereka jauh lebih besar daripada sekadar sosok di pinggir lapangan.