← Beranda
Gary Neville Kritik Manajemen Chelsea Usai Pemecatan Liam Rosenior
M Shofyan Dwi KurniawanKamis, 23 April 2026 | 19.30 WIB
Pelatih Chelsea Liam Rosenior. (Dok. Instagram/@chelseafc)

 

JawaPos.com - Pemecatan Liam Rosenior dari kursi pelatih Chelsea bukan cuma memicu reaksi dari fans, tapi juga komentar pedas dari Gary Neville. Mantan bek Manchester United itu tanpa ragu menyebut manajemen The Blues “tidak tahu apa yang mereka lakukan”.

Rosenior sendiri baru menjabat sekitar empat bulan sejak menggantikan Enzo Maresca. Namun, tujuh kekalahan dalam delapan pertandingan terakhir membuat posisinya runtuh lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang.

Baca Juga: Tumbangkan Celta Vigo, Pedri Sebut Barcelona Menang dengan Susah Payah

Neville: Masalahnya Bukan di Pelatih

Melansir Sky Sports, meski hasil di lapangan jelas mengecewakan, Neville menegaskan bahwa pemecatan ini bukan sepenuhnya kesalahan Rosenior.

"Saya tidak kaget Liam meninggalkan klub," katanya.

"Saya kaget dia pergi hari ini. Saya kira itu mungkin akan terjadi di akhir musim."

Ia bahkan menilai keputusan klub yang memberikan kontrak enam tahun kepada Rosenior sejak awal sudah tidak masuk akal.

"Ini sama sekali bukan cerminan dari Liam... namun sudah saatnya para pemilik, direktur olahraga, dan pemain merenungkan secara mendalam peran mereka dalam apa yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir."

Baca Juga: Donald Trump Kirim Utusan Minta FIFA Coret Iran dari Piala Dunia 2026, Italia Disiapkan Jadi Pengganti

 

Kritik Tajam untuk BlueCo

Sorotan utama Neville jelas mengarah ke pemilik klub, BlueCo. Menurutnya, sejak mengambil alih Chelsea, arah kebijakan klub terlihat tidak konsisten.

"Para pemilik telah melakukan kesalahan besar... Anda membutuhkan beberapa orang berpengalaman di klub ini."

Ia juga menyinggung soal tren kontrak jangka panjang yang dianggapnya berlebihan dan tidak realistis.

"Perjanjian enam tahun, delapan tahun ini, sejak awal sudah menggelikan. Baik itu untuk manajer maupun pemain. Para pemilik tidak tahu apa yang mereka lakukan."

Komentar ini bukan sekadar kritik biasa—ini seperti alarm keras bahwa ada masalah struktural di dalam klub.

Baca Juga: Prediksi Persita Tangerang vs Bali United: Duel Dua Tim Terluka, Tuan Rumah Ingin Akhiri Tren Buruk!

Statistik yang Sulit Dibantah

Fakta di lapangan memang memperkuat argumen Neville. Sejak diambil alih BlueCo, Chelsea sudah memecat lima manajer dalam waktu kurang dari empat tahun.

Rata-rata masa jabatan pelatih? Hanya sekitar 258 hari. Bahkan, itu jauh lebih singkat dibanding era sebelumnya yang terkenal tidak sabaran sekalipun.

Di bawah Rosenior, Chelsea juga mencatat lima kekalahan beruntun di liga tanpa mencetak gol, rekor terburuk sejak 1912. Tim kini terdampar di peringkat ketujuh dan tertinggal tujuh poin dari zona Liga Champions.

Baca Juga: Prediksi PSM Makassar vs Persik Kediri: Pertaruhan Besar Dua Tim yang Belum Aman dari Degradasi

Pesan untuk Rosenior

Di tengah kritiknya, Neville justru memberi saran yang cukup “manusiawi” untuk Rosenior.

"Dia harus melanjutkan karier kepelatihannya sekarang dan melupakannya secepat mungkin... Klub itu agak gila dalam pengambilan keputusannya."

Kalimat itu terasa seperti simpulan dari seluruh situasi: Rosenior mungkin gagal, tapi sistem di sekitarnya juga tidak membantu.

Saat ini, Calum McFarlane kembali ditunjuk sebagai pelatih interim hingga akhir musim. Sementara itu, proses pencarian manajer baru bahkan disebut belum benar-benar dimulai.

Chelsea berjanji akan melakukan “introspeksi” sebelum menunjuk pelatih permanen berikutnya. Tapi melihat pola yang ada, publik tentu berhak bertanya: apakah kali ini akan berbeda?

EDITOR: Banu Adikara