JawaPos.com - Selebrasi kemenangan Manchester City usai mengalahkan Arsenal rupanya memicu perdebatan. Wayne Rooney menilai perayaan tersebut terlalu berlebihan dan bahkan bisa jadi bumerang. Tapi bagi Pep Guardiola, kritik itu jelas tidak berdasar bahkan ia menyebutnya “bodoh”.
Melansir The Independent, dalam pandangan Guardiola, momen seperti itu justru layak dirayakan habis-habisan. Bukan tanpa alasan sebab City tahu betul betapa krusialnya kemenangan tersebut dalam perburuan gelar.
"Orang-orang bisa mengatakan apa pun yang bodoh yang ingin mereka katakan. Mereka merayakan kemenangan karena mereka tahu nilai lawan. Mereka tahu jika kami tidak menang, maka akan 'Selamat tinggal' (dalam perebutan gelar)."
Bagi Guardiola, selebrasi bukan soal berlebihan atau tidak, tapi soal menghargai perjuangan di lapangan. Ia bahkan mendorong para pemainnya untuk selalu menikmati setiap kemenangan, sekecil atau sebesar apa pun itu.
"Mereka menang dan kami masih di sini. Bagaimana mungkin mereka tidak merayakannya? Sebisa mungkin, meskipun Anda menghormati lawan dan penggemar lawan, rayakanlah sesuka Anda."
"Menunggu sampai akhir musim untuk merayakan? Ayolah. Saya bilang kepada mereka, 'Di setiap pertandingan, temui penggemar kita dan nikmati momennya'. Apa gunanya tidak menikmatinya? Kalian hanya perlu merayakan sekali jika menang? Dan jika tidak menang, kalian menangis sepanjang waktu? Ayolah."
Namun, Guardiola juga tetap memberi konteks. Tidak semua kemenangan harus dirayakan dengan cara yang sama. Ia mengakui bahwa laga melawan Arsenal punya bobot berbeda, bahkan ia menyebutnya seperti “final” bagi timnya.
"Tentu saja kami tidak akan merayakannya di tengah pekan jika kami menang 3-0 atau 4-0 dan lawannya berbeda. Semua orang tahu pertandingan itu. Itu adalah final. Terutama bagi kami. Mungkin bukan bagi mereka, tetapi bagi kami itu adalah final dan tentu saja Anda harus merayakannya."
Perburuan Gelar yang Memanas
Kemenangan atas Arsenal membuat akhir musim Premier League semakin panas. Skenario ekstrem pun terbuka. Jika kedua tim menyapu bersih sisa laga, gelar bisa ditentukan lewat selisih gol, produktivitas, bahkan head-to-head. Dan untuk yang terakhir, City berada di posisi unggul.
Menariknya, di tengah tekanan tinggi seperti ini, Guardiola justru mengaku lebih santai dibanding musim lalu.
"Musim lalu saya gugup," katanya. "Tekanan adalah hal yang biasa saya rasakan. Sebagai manajer, saya bisa saja membawa tim yang tidak lolos ke Liga Champions. Sekarang, saya lebih rileks dari sebelumnya, bahkan sebelum pertandingan melawan Arsenal."
"Perasaannya adalah kita telah menjalani musim yang sangat, sangat bagus. Sekarang saatnya untuk menikmatinya lebih dari sebelumnya..."
"Pesan itu sangat jelas. Bahkan bukan pesan. Mereka sudah tahu. Dan tidak, tidak, ini benar-benar kebalikannya (dari gugup)."