JawaPos.com–Pertandingan panas antara Manchester City dan Arsenal kembali menyisakan bahan perbincangan. Terutama soal gol pembuka yang datang terlalu cepat.
Gary Neville pun tak ragu menunjuk satu momen krusial yang menurut dia bisa dihindari yakni keterlambatan pemain Arsenal Gabriel dalam menghentikan Rayan Cherki. Gol dari pemain Manchester City asal Prancis itu hadir hanya dalam 16 menit pertama.
Meski Arsenal sempat merespons cepat dengan gol penyeimbang dua menit berselang, tetap saja kebobolan lebih dulu dari tim sekelas Manchester City bukan skenario ideal.
Baca Juga: Martin Odegaard Akui Lini Serang Arsenal Kurang Tajam saat Tumbang dari Manchester City
Gol Cepat yang Mengubah Ritme Laga
Manchester City sekali lagi menunjukkan mentalitas juara mereka. Setelah unggul, mereka tahu betul bagaimana mengontrol permainan. Arsenal, di sisi lain, harus kembali menghadapi kenyataan pahit tertinggal lebih dulu membuat mereka terus berada dalam tekanan.
Situasi semakin sulit ketika mereka kembali kebobolan di fase akhir pertandingan. Pada akhirnya, City keluar sebagai pemenang, sementara Arsenal harus menelan kekecewaan. Bukan hanya karena hasil akhir, tapi juga peluang yang gagal dimaksimalkan.
Namun, sorotan tidak berhenti di situ. Banyak yang menilai bahwa gol-gol yang bersarang ke gawang Arsenal sebenarnya bisa dicegah, terutama dengan respons defensif yang lebih sigap.
Baca Juga: Manchester City vs Arsenal: Alasan Gabriel Tak Dapat Kartu Merah usai Insiden dengan Haaland
Neville: Gabriel Harus Lebih Cepat
Melansir Just Arsenal, Gary Neville secara spesifik mengkritik peran Gabriel dalam gol pertama tersebut. Menurut dia, momen bola liar di area berbahaya seharusnya bisa diantisipasi dengan lebih baik.
”Arsenal terkejut oleh momen yang benar-benar berkelas. City baru saja memenangkan bola kedua dan saya pikir Gabriel seharusnya bisa bergerak lebih cepat, saya pikir dia seharusnya bisa menjangkau bola lebih cepat,” ujar Gary Neville.
”Begitu dia tidak melakukannya, dia kembali ke posisinya sendiri dan itu hampir seperti pemain lapangan di tepi batas lapangan dalam kriket, cara Gabriel mencoba untuk menghentikannya. Itu tidak akan cukup,” imbuh dia.
Komentar tersebut cukup menggambarkan bagaimana detail kecil bisa berdampak besar di level pertandingan seperti ini. Satu langkah terlambat, dan semuanya bisa berubah.
Meski kritik terus berdatangan, Arsenal tidak punya banyak waktu untuk larut dalam penyesalan. Performa mereka secara keseluruhan sebenarnya tidak buruk bahkan cukup menjanjikan jika mampu dipertahankan.
Yang dibutuhkan sekarang adalah konsistensi dan ketajaman di momen-momen krusial. Jika itu bisa dijaga, peluang untuk menutup musim dengan hasil maksimal masih terbuka lebar.
Baca Juga: Kemenangan Tipis Manchester City, Debat Juara Liga Primer Semakin Memanas!