← Beranda
Martin Odegaard Akui Lini Serang Arsenal Kurang Tajam saat Tumbang dari Manchester City
M Shofyan Dwi KurniawanSenin, 20 April 2026 | 22.55 WIB
Martin Odegaard ungkap masalah klasik finishing saat Arsenal kalah dari Manchester City. (ig @odegaard.98) 

 

JawaPos.com–Kekalahan Arsenal dari Manchester City kembali menyoroti satu masalah klasik yakni finishing. Kali ini, kapten tim Martin Odegaard sendiri yang mengakuinya.

Dalam laga krusial tersebut, The Gunners sebenarnya tampil cukup solid. Arsenal datang dengan keunggulan poin dan sempat terlihat mampu mengamankan hasil, atau setidaknya mencuri satu angka dari Manchester City. Namun, detail kecil kembali jadi pembeda.

Arsenal bukan tanpa peluang. Justru sebaliknya, mereka menciptakan cukup banyak momen berbahaya terutama di babak kedua. Tekanan tinggi, build-up rapi, dan pergerakan tanpa bola berjalan efektif.

Baca Juga: Manchester City vs Arsenal: Alasan Gabriel Tak Dapat Kartu Merah usai Insiden dengan Haaland

Masalahnya? Penyelesaian akhir. Di level seperti ini, satu peluang yang gagal bisa berarti segalanya.

Saat Erling Haaland mencetak gol kedua untuk City, Arsenal sebenarnya masih punya waktu dan peluang untuk merespons. Mereka terus menekan hingga menit akhir, tapi gol penyeimbang yang diharapkan tak kunjung datang.

Odegaard: Margin Kecil, Dampak Besar

Melansir Just Arsenal, Odegaard tak menutupi kekecewaannya usai laga. Dia merasa timnya sudah melakukan banyak hal dengan benar kecuali satu hal paling penting.

Baca Juga: Kemenangan Tipis Manchester City, Debat Juara Liga Primer Semakin Memanas!

”Kecewa karena tidak menang. Jelas kami ingin mendapatkan hasil dan kami benar-benar bersemangat hari ini. Kami memainkan pertandingan yang bagus, kami melakukan pressing dengan sangat baik,” ungkap Odegaard.

“Terutama di babak kedua kami terlihat berbahaya, memiliki momen-momen penting di depan gawang. Margin tipis menentukan hasil pertandingan seperti ini dan kami kurang tajam di depan gawang, itulah sebabnya kami pulang tanpa membawa apa pun,” sambung dia.

Pernyataan itu merangkum realita yang dihadapi Arsenal yaitu performa bagus saja tidak cukup jika tidak diakhiri dengan gol.

Di fase akhir musim, setiap detail jadi krusial. Kesalahan kecil, peluang yang terlewat, atau keputusan sepersekian detik semuanya bisa menentukan arah perburuan gelar.

Arsenal sudah menunjukkan bahwa mereka bisa bersaing dengan tim terbaik. Tapi tanpa ketajaman di depan gawang, usaha itu jadi terasa sia-sia.

Kekalahan ini bukan hanya soal kehilangan tiga poin, tapi juga soal momentum. Dengan tekanan yang semakin besar, Arsenal kini dituntut tampil lebih klinis di sisa pertandingan.

Baca Juga: Patrick Vieira Ungkap Perbedaan Arsenal dan Manchester City: Bukan Soal Kualitas tapi Pengalaman

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah