JawaPos.com–Kekalahan Arsenal dari Manchester City kembali membuka ruang evaluasi. Gary Neville punya pandangan yang cukup spesifik.
Menurut dia, ada dua hal besar yang hilang dari permainan The Gunners Arsenal di laga kontra Manchester City tersebut. Bukan soal semangat atau kualitas dasar, tapi lebih ke detail peran pemain, terutama di sektor sayap.
Timber yang Tak Tergantikan
Garry Neville secara terang-terangan menyebut bahwa Arsenal sangat merindukan kehadiran Jurrien Timber. Bukan hanya sebagai bek, tapi sebagai penghubung permainan.
Baca Juga: Bukan Viktor Gyokeres, Arsenal Disebut Harusnya Rekrut Striker Ini untuk Kunci Gelar Liga Inggris
Melansir Metro, menurut Garry Neville, Timber punya kemampuan yang tidak dimiliki pemain lain di posisi tersebut. Khususnya dalam membantu transisi dari belakang ke depan.
”Jadi menurut saya mereka menjalankan tugasnya dengan sangat baik, kedua bek sayap Arsenal, tetapi Anda kehilangan banyak hal ketika kehilangan Timber, Anda kehilangan banyak hal. Dia adalah pemain yang sangat kuat dalam menyerang, dia mampu menghubungkan permainan dengan sangat baik,” ujar Garry Neville.
Dalam sistem permainan Arsenal, peran bek sayap memang krusial. Mereka bukan cuma bertahan, tapi juga jadi jalur utama untuk membangun serangan. Dan di sinilah absennya Timber terasa signifikan.
Baca Juga: Mikel Arteta Tetap Percaya Arsenal Bisa Juara Meski Tumbang dari Manchester City
Neville juga menyoroti peran Piero Hincapie dan Cristhian Mosquera. Dia mengakui keduanya tampil disiplin secara defensif, tapi kontribusi mereka saat menyerang dinilai kurang maksimal.
”Arsenal sangat terhambat bek sayap mereka. Menurut saya, mereka sebenarnya bermain bagus, Hincapie dan Mosquera, mereka benar-benar fokus pada tugas mereka, tetapi mereka terbatas dalam penguasaan bola,” terang Garry Neville.
Masalahnya bukan pada kerja keras, tapi pada kualitas teknis saat menguasai bola dan mengalirkannya ke lini depan. Dalam laga sebesar ini, itu jadi pembeda besar.
Neville bahkan membandingkan langsung dengan pemain sayap City, yang menurut dia lebih komplet dalam dua fase permainan.
”Jadi, jika Anda memikirkan Matheus Nunes dan Nico O'Reilly untuk City, atau bagaimana Jurrien Timber atau Riccardo Calafiori atau pemain lain untuk Arsenal, mereka benar-benar terblokir,” papar Garry Neville.
”Anda tidak memiliki kehalusan dalam mengontrol bola atau kemampuan itu, kemampuan yang aman, konsisten, dan dapat diandalkan, untuk mengumpan bola, sentuhan dan umpan yang bagus, serta mengirimkannya ke pemain depan dan pemain tengah Anda karena mereka pada dasarnya adalah bek tengah, bukan bek sayap,” urai Garry Neville.
Baca Juga: Mikel Arteta Sebut Kekalahan Arsenal dari Manchester City Faktor Keberuntungan
Arsenal bermain dengan profil pemain yang kurang ideal untuk kebutuhan menyerang dari sisi lapangan.
Meski memberikan kritik, Neville tetap melihat banyak hal positif dari Arsenal. Dia bahkan menyebut ini sebagai cara terbaik untuk kalah karena performa mereka sebenarnya sangat kompetitif.
Namun, dia juga menegaskan bahwa momentum kini ada di tangan City. Arsenal harus bisa bangkit, bukan hanya secara taktik, tapi juga mental.
Baca Juga: Bukan Italia, Ini Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Match Day Juni 2026