JawaPos.com - Tersingkirnya Real Madrid dari Liga Champions makin mempertegas bahwa musim ini berjalan jauh dari harapan. Namun di tengah tekanan yang terus meningkat, Alvaro Arbeloa justru memilih tetap tenang saat membahas masa depannya di Santiago Bernabeu.
Pelatih yang saat ini memimpin Los Blancos itu diperkirakan masih akan menyelesaikan musim, tetapi peluang untuk bertahan musim depan mulai diragukan. Dengan Madrid tertinggal sembilan poin di La Liga dan sudah gugur dari Copa del Rey serta Liga Champions, situasi jelas tidak ideal.
Meski begitu, melansir Football Espana, Arbeloa menegaskan bahwa sejak awal ia tidak pernah menjadikan posisinya sebagai ajang pembuktian diri.
“Seperti yang sudah saya katakan, sejak saya duduk di kursi ini, tujuan saya bukanlah untuk membuktikan kemampuan saya sebagai pelatih. Saya tidak pernah ingin memenangkan pertandingan dengan keputusan saya, melainkan dengan membantu para pemain di lapangan.
"Kami telah menghadapi banyak tim. Bayern Munchen-nya Kompany, City-nya Guardiola, Atletico-nya Simeone. Yah, saya rasa sebagian besar tim di Eropa mencerminkan ciri khas pelatih mereka.”
Dalam pernyataannya, Arbeloa juga secara jujur mengakui bahwa pengaruh pelatih di tim utama tidak selalu sebesar yang dibayangkan, terutama dibandingkan dengan pengalamannya melatih di level Castilla.
“Saya tidak tahu seberapa besar pengaruh saya terhadap tim ini; berapa persentasenya. Tentu saja, jauh lebih kecil daripada contoh yang telah saya berikan atau seperti yang mungkin terjadi di Castilla, dalam kasus saya.
"Dan seperti yang telah saya katakan, saya selalu berusaha membantu klub… (jeda), dengan cara apa pun yang saya bisa. Dan begitulah akan terus sampai hari terakhir.”
Tidak Khawatir Soal Masa Depan
Ketika ditanya apakah performanya di laga besar seperti melawan Manchester City dan Bayern Munich cukup untuk mengamankan posisinya, Arbeloa menjawab dengan sangat santai.
“Itu sama sekali tidak mengkhawatirkan saya, dan saya akan memahami keputusan apa pun yang dibuat klub. Saya akan memahaminya sepenuhnya.”
"Seperti yang saya katakan, saya adalah orang klub, yang selalu… yah, jika saya merasa sakit hati hari ini, itu bukan untuk diri saya sendiri, tetapi untuk Real Madrid. Karena kita tidak akan memenangkan gelar keenam belas tahun ini.”
Ia menegaskan bahwa rasa kecewanya lebih ditujukan untuk klub, pemain, dan fans, bukan untuk dirinya sendiri.
“Bukan untuk diri saya sendiri. Karena saya sama sekali tidak khawatir tentang masa depan saya. Sejak saya duduk di kursi ini, saya sama sekali tidak khawatir… yah, sama sekali tidak ada kekhawatiran.”
"Dan seperti yang saya katakan sebelumnya, saya merasa telah melakukan semua yang saya bisa untuk mencoba membantu para pemain saya menang setiap hari.”
Baca Juga: Masuk Ruang Ganti, Florentino Perez Semprot Pemain Real Madrid Usai Tersingkir dari Liga Champions
Semua Kembali ke Keputusan Klub
Saat ditanya lebih jauh soal kemungkinan melatih di tempat lain atau bertahan di Madrid, Arbeloa memilih menutup rapat-rapat pembicaraan tersebut.
“Saat ini… (tersenyum), saya sama sekali tidak memikirkan hal itu. Dan… seperti yang saya katakan sebelumnya, itu adalah keputusan klub, dan saya adalah pemain klub. Dan yang saya inginkan hanyalah Real Madrid menang, terlepas dari siapa yang ada di bangku cadangan.”
Di tengah ketidakpastian ini, spekulasi soal pengganti mulai kembali bermunculan. Nama-nama seperti Mauricio Pochettino, Unai Emery, hingga Jurgen Klopp kembali dikaitkan dengan kursi panas di Bernabeu.
Sempat mereda setelah beberapa hasil positif, rumor tersebut kini kembali menguat seiring hasil buruk di akhir musim. Hingga saat ini, belum ada kandidat yang benar-benar mengerucut.
Yang jelas, masa depan Arbeloa mungkin masih tanda tanya. Tapi satu hal yang pasti: ia tidak terlihat seperti seseorang yang sedang panik.