JawaPos.com – Pelatih kepala Chelsea, Liam Rosenior menegaskan bahwa anak asuhnya bisa kehabisan waktu dalam perebutan zona Liga Champions. Hanya satu kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir Liga Inggris jadi penyebab kekhawatiran.
The Blues akan menyambut Manchester United di Stamford Bridge pada Minggu (9/4). Laga ini jadi duel seru perebutan posisi lima besar.
Tercecer di peringkat keenam, Chelsea tertinggal empat poin dari Liverpool. Masih ada enam pertandingan tersisa sebelum musim berakhir.
Baca Juga: Jude Bellingham Sebut Kartu Merah Camavinga Sebagai Lelucon
Perhelatan panas akhir pekan ini tidak menguntungkan Chelsea. Tren buruk masih membayangi klub London barat ini.
Kekalahan telak 0–3 melawan Manchester City pada pekan lalu membuat tim mendapat sorotan. Kekalahan ini sangat memalukan karena terjadi di kandang sendiri, Stamford Bridge.
"Seiring berjalannya musim, semakin sedikit pertandingan tersisa, semakin penting pertandingan (menuju akhir musim). Kita harus memanfaatkan momen ini. Waktu kita semakin menipis (untuk perebutan zona Liga Champions)," buka Rosenior.
Baca Juga: Vinicius Jr Bentak Bellingham di Tengah Laga Panas, Ini Kata-Katanya
"Kita perlu menunjukkan inisiatif (pada akhir pekan ini) untuk bermain menyerang demi mengejar ketertinggalan poin. Jika saya melihat setiap laga, penyebab (inkonsistensi ini) adalah hilangnya konsentrasi dan fokus pada suatu momen yang berdampak buruk pada penampilan tim," katanya.
Di tengah terpuruknya tim, muncul rencana protes dari pendukung The Blues menjelang pertandingan lawan United. Ini adalah cerminan besar dari kekecewaan penggemar terhadap klub.
Namun, niat Rosenior tetap kuat memimpin Enzo Fernandez dkk memenangkan pertandingan selanjutnya. Terutama laga berat melawan United yang baru saja kehilangan rekor tak terkalahkan mereka.
"Setiap pendukung punya sudut pandangnya masing-masing. Semua ingin klub berprestasi dan menang pertandingan. Tugas kita, saya, adalah hasilkan itu dalam jangka panjang," pungkas Rosenior.