JawaPos.com - Kekalahan dramatis Real Madrid dari Bayern Munchen di Liga Champions menyisakan cerita panas. Dan kali ini bukan soal taktik atau gol, tapi keputusan wasit yang memicu reaksi keras dari kubu Los Blancos.
Sorotan utama tentu tertuju pada kartu merah Eduardo Camavinga di menit-menit akhir. Gelandang asal Prancis itu baru berada di lapangan selama 24 menit sebelum menerima kartu kuning kedua pada menit ke-86.
Ia dianggap menendang bola dan menghambat tendangan bebas Bayern usai pelanggaran terhadap Harry Kane. Reaksi keras langsung datang dari Jude Bellingham.
Melansir BBC, saat berjalan menuju bus tim di Munich, gelandang Inggris itu tak bisa menyembunyikan kekesalannya.
Baca Juga: Vinicius Jr Bentak Bellingham di Tengah Laga Panas, Ini Kata-Katanya
Ditanya soal insiden tersebut, ia menjawab singkat namun tegas, "Ini cuma lelucon," sambil menggelengkan kepala. Ia bahkan menambahkan, "Tidak mungkin warnanya merah."
Komentar tersebut mencerminkan frustrasi besar di kubu Madrid. Pasalnya, saat kejadian itu terjadi, agregat masih imbang 4-4. Namun bermain dengan 10 orang di momen krusial membuat situasi berubah drastis.
Bayern Munich langsung memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan mencetak dua gol di menit akhir untuk mengunci kemenangan agregat 6-4.
Tak hanya Bellingham, reaksi keras juga datang dari berbagai pihak di dalam tim.
Antonio Rudiger memilih lebih hati-hati, namun tetap menyiratkan ketidakpuasan.
"Sebaiknya saya tidak membicarakan wasit. Apakah Anda melihat kartu merahnya?" ujarnya kepada media.
Dani Carvajal bahkan terlihat meledak di pinggir lapangan. Meski tidak bermain, sang kapten tertangkap kamera berteriak ke arah wasit Slavko Vincic, "Ini salahmu," sambil menunjuk dengan emosi yang jelas tak terbendung.
Drama belum berhenti di situ. Arda Guler, yang sebelumnya mencetak dua gol untuk Madrid, justru mendapat kartu merah setelah pertandingan karena mendatangi wasit.
Ia kemudian menulis di media sosial, "Seharusnya tidak seperti ini. Kami sangat menyesal. Kami akan kembali. Hala Madrid."
Pelatih Alvaro Arbeloa pun ikut angkat suara dan tak kalah tajam. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai faktor penentu hasil pertandingan.
"Anda tidak bisa mengusir pemain karena hal seperti itu," tegasnya.
Baca Juga: Empat Kesalahan Fatal yang Bikin Real Madrid Tersingkir dari Bayern Munchen
Ia bahkan menduga wasit tidak menyadari bahwa Camavinga sudah mengantongi kartu kuning sebelumnya, menyebutnya sebagai “kesalahan ganda” yang “merusak pertandingan.”
Di sisi lain, kubu Bayern Munich justru melihat situasi ini dari perspektif berbeda.
Luis Diaz, yang terlibat langsung dalam momen setelah kartu merah, mendukung keputusan wasit.
"Saya rasa wasit sudah tepat mengusirnya. Kami ingin mengambil tendangan bebas dengan cepat dan dia tidak melepaskan bola," katanya.
Ia juga mengakui bahwa momen tersebut menjadi titik balik bagi timnya.
Harry Kane pun mengakui dampaknya, meski tetap menekankan eksekusi timnya di akhir laga. "Jelas kartu merah itu sedikit membantu kami, tetapi kami harus memanfaatkan momen-momen kami di akhir pertandingan," ujarnya.
Kini, kontroversi ini belum benar-benar selesai. UEFA dikabarkan akan meninjau laporan wasit sebelum memutuskan apakah akan ada tindakan lanjutan.