JawaPos.com - Real Madrid kembali menunjukkan karakter khas mereka di panggung Eropa, namun hasil akhir justru membawa kekecewaan. Sang juara Liga Champions berulang kali itu harus pulang dengan tangan hampa setelah tersingkir dramatis dari Bayern Munich pada laga perempat final yang penuh tensi di Allianz Arena.
Meski tampil berani, tim asuhan pelatih Alvaro Arbeloa akhirnya tak mampu membendung agresivitas tuan rumah. Real Madrid kalah 4-3 pada leg kedua dan tersingkir dengan agregat 6-4, sekaligus menambah catatan buruk di musim yang jauh dari kata ideal.
Dalam pertandingan tersebut, Madrid sempat tiga kali unggul dan menunjukkan perlawanan sengit hingga menit-menit akhir. Namun situasi berubah drastis setelah kartu merah yang diterima Eduardo Camavinga pada menit ke-86, yang membuat momentum berbalik ke pihak Bayern.
Kekalahan ini membuat Madrid dipastikan kembali mengakhiri musim tanpa trofi, sebuah situasi yang jarang terjadi dalam sejarah modern klub. Saat ini mereka juga tertinggal sembilan poin dari pimpinan klasemen FC Barcelona di La Liga, sehingga peluang juara domestik semakin menipis.
Usai pertandingan, Arbeloa mengakui timnya telah memberikan segalanya di lapangan.
"Kami memberikan jiwa dan hidup kami," ungkapnya.
Namun di balik perjuangan tersebut, tekanan terhadap Arbeloa semakin besar. Media Spanyol AS menilai kekalahan ini sebagai akhir yang terhormat namun tidak memberikan penghiburan, sekaligus membuka kemungkinan adanya revolusi besar di tubuh Real Madrid.
Arbeloa sendiri menyatakan dirinya siap menerima segala keputusan klub.
"Saya tidak khawatir soal masa depan saya. Saya akan memahami sepenuhnya keputusan yang diambil klub," ujarnya.
Baca Juga: Kejar Scudetto, Inter Milan Belum Bisa Santai Hadapi Cagliari
Sejak ditunjuk pada Januari tanpa kontrak jangka panjang yang jelas, posisinya memang terus berada dalam sorotan. Catatan 13 kemenangan dari 21 pertandingan serta kegagalan di Copa del Rey semakin memperkuat tekanan terhadapnya.
Permasalahan lain yang belum terpecahkan adalah bagaimana menyeimbangkan lini depan yang dihuni trio bintang Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Jude Bellingham. Meski tampil cukup baik di laga kontra Bayern, konsistensi mereka sepanjang musim masih menjadi tanda tanya besar.
Di sisi lain, Arda Guler justru menjadi salah satu sorotan positif setelah mencetak dua gol dalam laga tersebut, meski kontribusinya belum cukup menyelamatkan tim.
Kritik juga datang dari berbagai pihak yang menilai Madrid masih rapuh di lini belakang, terbukti dengan kebobolan empat gol dalam satu pertandingan krusial.
Situasi ini membuat masa depan Arbeloa semakin tidak pasti, sementara klub juga belum memiliki kandidat pengganti yang jelas jika terjadi pergantian pelatih.
Kini, nasib Real Madrid akan sangat ditentukan oleh sisa laga La Liga, termasuk laga besar El Clasico melawan FC Barcelona pada 10 Mei. Hasil pertandingan tersebut berpotensi menjadi penentu arah akhir musim mereka.