JawaPos.com - Malam Liga Champions yang seharusnya jadi panggung pembuktian justru berubah jadi mimpi buruk bagi Eduardo Camavinga. Gelandang muda Real Madrid itu kini jadi sasaran kritik tajam dari para pendukung klubnya sendiri.
Dalam laga leg kedua perempat final melawan Bayern Munich di Allianz Arena, Camavinga memang tidak turun sebagai starter. Ia baru masuk di babak kedua saat pertandingan masih berjalan ketat.
Baca Juga: Singkirkan Real Madrid, Harry Kane Sebut Bayern Munchen Siap Main Sabar di Liga Champions
Namun alih-alih memberi dampak positif, kehadirannya justru dianggap memperburuk keadaan.
Melansir Get Football News, Camavinga menerima dua kartu kuning dalam waktu singkat, dengan kartu kedua dinilai benar-benar tidak perlu. Situasi itu membuat Real Madrid kehilangan keseimbangan di momen krusial.
Tak lama setelah insiden tersebut, Bayern berhasil mencetak gol penyeimbang, sebelum akhirnya mengunci kemenangan dramatis 4-3 di menit-menit akhir. Dari situ, reaksi fans langsung meledak.
Di media sosial, banyak pendukung Real Madrid yang meluapkan kekecewaan mereka. Bahkan, tidak sedikit yang secara terang-terangan meminta klub untuk menjual Camavinga pada bursa transfer musim panas mendatang.
Reaksi ini mungkin terasa berlebihan, tapi juga mencerminkan ekspektasi tinggi yang selalu mengiringi pemain Real Madrid, terutama di kompetisi sebesar Liga Champions.
Camavinga sendiri sebenarnya bukan pemain sembarangan. Sejak didatangkan dari Rennes, ia dikenal sebagai gelandang serba bisa dengan energi tinggi dan kemampuan bertahan yang solid. Namun, inkonsistensi dan keputusan ceroboh di momen penting seperti ini jelas jadi sorotan.
Baca Juga: Sukses Singkirkan Sporting CP, Declan Rice Ingin Bawa Arsenal ke Final Liga Champions