JawaPos.com–Kekecewaan besar menyelimuti Barcelona setelah tersingkir dari Liga Champions UEFA usai kalah agregat 2-3 dari Atletico Madrid di babak perempat final.
Meski meraih kemenangan 2-1 di leg kedua, hasil tersebut tidak cukup bagi tim asuhan Hansi Flick untuk membalikkan kekalahan 0-2 di leg pertama. Atletico pun memastikan langkah ke semifinal untuk pertama kalinya sejak 2017.
Penyerang pinjaman Marcus Rashford menjadi salah satu pemain yang paling disorot usai laga. Masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, dia gagal memberikan dampak signifikan saat Barcelona memburu gol penentu.
Media Spanyol melontarkan kritik tajam. SPORT menyebut Rashford tampil tidak efektif dan meragukan karakternya di momen penting. Mundo Deportivo menilai dia gagal meningkatkan daya serang tim, sementara Football Espana memberi nilai rendah 5,5/10 karena dinilai tampil di bawah standar. Bahkan, harian AS secara tegas meragukan masa depannya di Camp Nou.
”Seperti biasa, banyak ekspektasi tapi minim kontribusi. Dia tidak bisa lanjut musim depan,” tulis media tersebut.
Barcelona sebenarnya memulai laga dengan sempurna. Lamine Yamal membuka skor hanya empat menit setelah kick off. Ferran Torres menyamakan agregat di pertengahan babak pertama.
Baca Juga: Fans Soroti Dua Keputusan Blunder Arne Slot yang Membuat Liverpool Tersingkir dari Liga Champions!
Namun momentum tersebut tak bertahan lama. Ademola Lookman mencetak gol penting untuk mengembalikan keunggulan agregat Atletico.
Harapan Barcelona semakin menipis setelah Eric Garcia mendapat kartu merah karena melanggar Alexander Sorloth sebagai pemain terakhir. Bermain dengan 10 orang membuat upaya comeback menjadi semakin berat.
Meski terus menekan hingga akhir laga, Barcelona tak mampu menembus pertahanan disiplin khas tim asuhan Diego Simeone.
Hasil ini memperpanjang dominasi Atletico atas Barcelona di Liga Champions. Setiap kali bertemu di fase gugur, Atletico selalu berhasil menyingkirkan Blaugrana, termasuk pada musim 2013/2014 dan 2015/2016.
Bagi Rashford, hasil ini menjadi pukulan ganda. Dia sebelumnya menyatakan ambisinya untuk menjuarai Liga Champions saat bergabung dari Manchester United.
Meski mencatatkan 12 gol dan 13 assist dalam 43 pertandingan musim ini, performanya belakangan menurun dan lebih sering memulai laga dari bangku cadangan. Dengan belum adanya kesepakatan permanen antara Barcelona dan Manchester United, masa depan Rashford di Camp Nou kini berada dalam tanda tanya besar.
Baca Juga: Real Madrid Tak Butuh Keajaiban untuk Balikkan Keadaan Kontra Bayern Munchen
Kekalahan ini bukan hanya mengakhiri perjalanan Barcelona di Eropa, tetapi juga membuka banyak pertanyaan tentang konsistensi tim, strategi pelatih, hingga nasib para pemainnya di musim mendatang.