← Beranda
Mikel Arteta Dikritik Keras, Latihan Aneh Arsenal Dikhawatirkan Ganggu Performa Tim
Andre Rizal HanafiRabu, 15 April 2026 | 13.02 WIB
Pelatih Arsenal Mikel Arteta. (Dok. Arsenal)

 

JawaPos.com–Tekanan terhadap Mikel Arteta semakin meningkat di fase krusial musim ini. Pelatih Arsenal itu kini mendapat sorotan tajam setelah metode latihan timnya dinilai tidak biasa dan berpotensi menjadi bumerang.

Kritik datang dari sosok pelatih senior sepak bola Inggris, Sam Allardyce. Dia menilai pendekatan yang digunakan Mikel Arteta memang menunjukkan inovasi, tetapi cara penyampaiannya ke publik justru bisa menimbulkan masalah untuk arsenal.

Belakangan, beredar sejumlah video latihan Arsenal di bawah Mikel Arteta yang cukup unik. Dalam salah satu sesi, para pemain terlihat melakukan latihan sambil menyeimbangkan pulpen di ujung jari.

Baca Juga: Debut Bersejarah Marie-Louise Eta Ternoda Komentar Seksis, Union Berlin Langsung Bereaksi

Selain itu, latihan juga disebut menggunakan visual berbasis kecerdasan buatan yang menyerupai konten media sosial. Bagi sebagian orang, metode tersebut mungkin dianggap kreatif. Namun, di tengah tekanan perebutan gelar, langkah itu justru memunculkan tanda tanya besar.

Allardyce mengaku tidak keberatan dengan eksperimen dalam dunia kepelatihan. Dia bahkan menyebut dirinya juga pernah mencoba berbagai pendekatan berbeda selama berkarir. Meski begitu, dia menekankan bahwa tidak semua hal perlu dipublikasikan.

Menurut dia, membuka metode latihan yang tidak biasa ke publik bisa memicu persepsi negatif, terutama jika hasil tim tidak sesuai harapan. Dia khawatir hal itu justru membuat pemain terlihat bingung atau kehilangan fokus.

Baca Juga: Leeds Kalahkan Manchester United, Haaland Ikut Rayakan dengan Sindiran Tipis

”Melakukan sesuatu yang berbeda itu sah-sah saja. Tapi tidak semua harus diperlihatkan. Kalau hasilnya tidak bagus, itu bisa jadi bahan kritik yang besar,” ujar Allardyce dikutip dari thesun.uk.co.

Situasi ini semakin menarik karena Arsenal sedang berada dalam tekanan tinggi. Setelah tiga musim beruntun finis di posisi kedua, musim ini menjadi peluang besar bagi mereka untuk akhirnya meraih gelar.

Namun, langkah mereka sedikit tersendat setelah mengalami kekalahan mengejutkan dari Bournemouth. Hasil itu membuka peluang bagi Manchester City untuk kembali menekan, apalagi mereka masih memiliki pertandingan tunda.

Di tengah kondisi tersebut, pendekatan Arteta pun semakin disorot. Banyak yang mempertanyakan apakah metode latihan yang tidak biasa itu benar-benar membantu performa tim atau justru sebaliknya.

Menariknya, gaya Arteta ini cukup kontras dengan pendekatan pelatih City, Pep Guardiola. Guardiola justru dikenal lebih santai dalam mengelola tim di fase akhir musim, bahkan memberi waktu istirahat tambahan kepada para pemainnya.

Allardyce pun menyarankan agar Arteta mempertimbangkan pendekatan serupa. Menjaga kebugaran dan kondisi mental pemain bisa menjadi faktor yang lebih penting dibanding eksperimen berlebihan.

Baca Juga: Barcelona Minta UEFA Periksa Rumput Metropolitano Jelang Laga Krusial Lawan Atletico Madrid

Tak hanya Allardyce, kritik juga datang dari legenda Manchester United, Paul Scholes. Dia mengaku cukup terkejut melihat metode latihan Arsenal saat ini.

Scholes bahkan menyebut, jika hal seperti itu terjadi di zamannya, para pemain mungkin akan mempertanyakan arah tim. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa metode Arteta memang belum sepenuhnya diterima semua kalangan.

Pandangan serupa juga disampaikan Gary Lineker. Dia menilai inovasi tetap penting, tetapi sebaiknya dilakukan secara tertutup agar tidak menimbulkan persepsi yang salah.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Liga Champions UEFA Malam Ini: Misi Balas Dendam Liverpool atas PSG

Kini, semua mata tertuju pada Arteta dan Arsenal. Di tengah persaingan gelar yang semakin ketat, setiap keputusan akan memiliki dampak besar terhadap perjalanan tim.

Apakah metode unik ini akan menjadi kunci sukses atau justru menjadi titik lemah, hanya waktu yang bisa menjawab. Yang jelas, tekanan terhadap Arteta kini semakin nyata dan tidak bisa dihindari.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah