← Beranda
Debut Bersejarah Marie-Louise Eta Ternoda Komentar Seksis, Union Berlin Langsung Bereaksi
Andre Rizal HanafiRabu, 15 April 2026 | 12.53 WIB
Pelatih anyar Union Berlin Marie-Louise Eta. (Istimewa)

 

JawaPos.com–Pelatih anyar Union Berlin, Marie-Louise Eta langsung menjadi sorotan setelah mencatat sejarah sebagai manajer perempuan pertama di Bundesliga. Namun di balik pencapaian tersebut, dia justru harus menghadapi gelombang komentar seksis di media sosial.

Marie-Louise Eta resmi ditunjuk sebagai pelatih interim hingga akhir musim. Keputusan ini diambil tak lama setelah klub Union Berlin memecat Steffen Baumgart usai kekalahan 1-3 dari Heidenheim.

Saat ini, Union Berlin berada di posisi ke-11 klasemen Bundesliga dan masih harus waspada dalam persaingan menghindari zona degradasi.

Baca Juga: Leeds Kalahkan Manchester United, Haaland Ikut Rayakan dengan Sindiran Tipis

Direktur olahraga klub Horst Heldt angkat bicara terkait serangan yang diterima Eta. Dia menyebut komentar-komentar tersebut sebagai sesuatu yang memalukan dan tidak masuk akal.

”Ini benar-benar memalukan. Saya tahu ada komentar seperti itu, tapi saya memilih tidak membacanya. Bagi saya, ini soal kualitas kualitas kepemimpinan,” ujar Heldt dikutip dari thesun.uk.co.

Dia juga menegaskan bahwa klub sepenuhnya percaya pada kemampuan Eta. ”Kami 100 persen yakin dengan Loui. Sangat tidak masuk akal kita masih menghadapi hal seperti ini di zaman sekarang. Dia adalah sosok pemimpin yang sangat kompeten,” tambah Horst Heldt.

Baca Juga: Barcelona Minta UEFA Periksa Rumput Metropolitano Jelang Laga Krusial Lawan Atletico Madrid

Perempuan berusia 34 tahun itu bukan nama baru dalam sejarah sepak bola Jerman. Sebelumnya, dia sudah mencatatkan diri sebagai asisten pelatih perempuan pertama di Bundesliga saat bergabung dengan Union Berlin pada 2023.

Setahun berselang, dia juga sempat memimpin tim pria dalam satu pertandingan ketika pelatih utama saat itu, Nenad Bjelica, menjalani sanksi larangan mendampingi tim.

Kini, Eta kembali memecahkan rekor sebagai pelatih kepala perempuan pertama di salah satu dari lima liga top Eropa. Meski hanya berstatus sementara, dia sudah dijadwalkan akan menjadi pelatih tetap tim putri Union Berlin mulai musim panas mendatang.

Tantangan langsung menanti Eta dalam laga debutnya. Dia akan memimpin Union Berlin menghadapi VfL Wolfsburg pada 18 April di Stadion An der Alten Forsterei. Laga ini cukup krusial mengingat Wolfsburg juga tengah berjuang keluar dari ancaman degradasi.

Sebagai mantan pemain, Eta punya rekam jejak yang cukup solid. Dia pernah meraih gelar Liga Champions wanita bersama Turbine Potsdam pada 2010.

Setelah pensiun pada 2018, kariernya berlanjut ke dunia kepelatihan hingga akhirnya mendapat kepercayaan besar di Union Berlin.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Liga Champions UEFA Malam Ini: Misi Balas Dendam Liverpool atas PSG

Meski mendapat tekanan dari luar, dukungan internal klub disebut sangat kuat. Manajemen, pemain, hingga suporter diklaim berdiri di belakang keputusan menunjuk Eta sebagai pelatih.

Kini, sorotan bukan hanya tertuju pada hasil di lapangan, tetapi juga bagaimana Eta menjawab keraguan publik dengan performa timnya. Di tengah kritik yang tidak relevan, dia punya kesempatan membuktikan bahwa kualitas tak ditentukan oleh gender, melainkan kemampuan.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah