← Beranda
Leeds Kalahkan Manchester United, Haaland Ikut Rayakan dengan Sindiran Tipis
Andre Rizal HanafiRabu, 15 April 2026 | 12.45 WIB
Pep Guardiola dan Erling Haaland. (Visionhaus)

 

JawaPos.com–Kemenangan Leeds United atas Manchester United di Old Trafford tak hanya berdampak pada klasemen. Tapi juga memicu reaksi menarik dari salah satu bintang Premier League, Erling Haaland.

Leeds United sukses mencuri tiga poin penting lewat kemenangan 2-1 dalam laga yang berlangsung sengit. Hasil ini terasa spesial karena menjadi kemenangan tandang pertama mereka di markas Manchester United sejak puluhan tahun lalu.

Selain itu, tambahan poin dari Manchester United tersebut juga membantu Leeds United menjauh dari ancaman zona degradasi.

Baca Juga: Barcelona Minta UEFA Periksa Rumput Metropolitano Jelang Laga Krusial Lawan Atletico Madrid

Dalam pertandingan tersebut, Leeds tampil efektif sejak awal. Noah Okafor menjadi pembeda dengan mencetak dua gol di babak pertama. Performa agresif Leeds membuat tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan.

Situasi Manchester United semakin rumit setelah Lisandro Martinez harus meninggalkan lapangan lebih cepat akibat kartu merah. Insiden itu terjadi setelah dia terlibat pelanggaran terhadap Dominic Calvert-Lewin, yang membuat tim tuan rumah harus bermain dengan sepuluh orang.

Meski dalam kondisi kurang ideal, United sempat memberikan perlawanan. Casemiro mencetak gol balasan yang sempat membuka harapan. Namun, Leeds mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Liga Champions UEFA Malam Ini: Misi Balas Dendam Liverpool atas PSG

Perhatian publik justru ikut tertuju pada reaksi Haaland. Penyerang Manchester City tersebut mengunggah momen dirinya tengah menonton pertandingan dari rumah.

Dikutip dari thesun.uk.co dalam unggahan itu, Haaland hanya menuliskan dua kata singkat. ”Get in,” tulis Haaland.

Meski terdengar sederhana, banyak yang menilai kalimat tersebut sebagai bentuk sindiran halus kepada Manchester United, rival sekota klub yang dia bela saat ini.

Unggahan tersebut pun langsung ramai dibahas di media sosial. Tidak sedikit penggemar yang menganggap Haaland sengaja memanfaatkan momen kekalahan United untuk menyenggol rivalnya.

Apalagi, rivalitas antara Manchester City dan Manchester United memang sudah lama menjadi salah satu yang paling panas di Inggris. Namun, di balik reaksi tersebut, ada cerita lain yang membuat sikap Haaland terasa lebih masuk akal. Pemain asal Norwegia itu memiliki hubungan emosional dengan Leeds.

Dia lahir di kota tersebut dan memiliki kenangan masa kecil yang berkaitan dengan klub berjuluk The Whites itu. Ayahnya, Alf-Inge Haaland, juga pernah memperkuat Leeds pada akhir 1990-an. Hal itu membuat Haaland tumbuh dengan kedekatan terhadap klub tersebut, bahkan sebelum dia menjadi pemain profesional.

Baca Juga: Wasit Leg Kedua Bayern Munchen vs Real Madrid Sudah Diumumkan, Siapa Diuntungkan?

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Haaland pernah mengakui bahwa dia memiliki rasa hormat khusus terhadap Leeds. Dia bahkan memilih tidak merayakan gol saat menghadapi mereka, sebagai bentuk penghargaan terhadap klub yang memiliki arti dalam hidupnya.

Fakta tersebut membuat unggahan Get in bisa dilihat dari dua sisi. Di satu sisi, itu bisa dianggap sebagai sindiran ke Manchester United. Namun di sisi lain, itu juga bisa dimaknai sebagai bentuk dukungan terhadap Leeds yang sedang berjuang bertahan di Premier League.

Terlepas dari interpretasi yang beredar, momen ini menunjukkan bagaimana hal kecil di luar lapangan bisa menjadi sorotan besar. Apalagi jika melibatkan pemain sekelas Haaland yang selalu berada di bawah perhatian publik.

Baca Juga: Yakin Bisa Comeback, Gelandang Liverpool Dominik Szoboszlai Siap Mati di Lapangan Lawan PSG

Sementara itu, bagi Manchester United, kekalahan ini menjadi catatan yang harus segera dievaluasi. Bermain di kandang sendiri namun gagal meraih poin jelas bukan hasil yang diharapkan, terlebih di fase krusial musim.

Sebaliknya, Leeds kini memiliki momentum positif untuk melanjutkan perjuangan mereka. Dengan keunggulan poin dari zona degradasi, peluang untuk bertahan di kasta tertinggi semakin terbuka.

Di tengah ketatnya persaingan Premier League, satu unggahan singkat dari seorang pemain bisa menjadi bahan pembicaraan besar. Dan kali ini, dua kata dari Haaland cukup untuk menambah panas rivalitas di kota Manchester.

Baca Juga: Hansi Flick Uji Formasi Pertahanan Baru Jelang Duel Krusial Barcelona Lawan Atletico Madrid

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah