← Beranda
Roberto De Zerbi Siap Beri Dukungan pada Antonin Kinsky
M Shofyan Dwi KurniawanMinggu, 12 April 2026 | 20.59 WIB
Antonin Kinsky lakukan blunder di laga kekalahan Tottenham Hotspur lawan Atletico Madrid. (Dok. Tottenham Hotspur)
 
 

 

JawaPos.com - Momen buruk adalah bagian dari perjalanan setiap pemain, tapi yang dialami Antonin Kinsky terasa seperti 'nightmare level maksimal'. Kiper muda Tottenham Hotspur itu harus menghadapi kenyataan pahit setelah tampil buruk dalam laga besar Liga Champions melawan Atletico Madrid.

Dalam pertandingan tersebut, Kinsky melakukan beberapa kesalahan fatal yang berujung gol untuk lawan, bahkan harus ditarik keluar sebelum 30 menit. Situasi makin terasa dingin ketika ia tak mendapat respons berarti di pinggir lapangan.

Namun, di tengah tekanan besar itu, satu hal mulai berubah: ia tidak lagi sendirian.

De Zerbi Datang dengan Pendekatan Berbeda

Masuknya Roberto De Zerbi sebagai pelatih membawa nuansa baru di ruang ganti Spurs. Alih-alih memperbesar tekanan, pelatih asal Italia itu justru memilih pendekatan yang lebih manusiawi.

Baca Juga: Tottenham Hotspur Turun ke Zona Degradasi Setelah West Ham Hancurkan Wolves 4-0

Melansir Hotspur HQ, ia tidak langsung “menginterogasi” Kinsky. Bahkan, De Zerbi mengaku belum banyak berbicara dengannya.

"Saya belum berbicara dengannya karena saya pikir dia tidak perlu banyak bicara. Saya percaya padanya. Dia harus kuat, tetapi dia cukup kuat untuk menunjukkan apa yang bisa dia lakukan. Tidak lebih, tidak kurang."

“Saya pikir kualitasnya cukup untuk bermain di Tottenham. Pemain lain percaya padanya. Dia harus tetap tenang dan percaya diri. Dia bermain di Tottenham, jadi dia harus lebih kuat dari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukannya, dan terus maju."

Pesan yang sederhana, tapi sangat kuat: percaya diri, tetap tenang, dan move on.

Dari Tekanan ke Kepercayaan

Yang menarik dari pernyataan De Zerbi bukan cuma soal dukungan, tapi cara ia membingkai situasi.

Ia tidak menyangkal kesalahan Kinsky. Tapi ia juga tidak menjadikannya sebagai beban yang harus terus dibawa. Fokusnya jelas: mengembalikan kepercayaan diri sang pemain.

Baca Juga: Richard Keys Ragukan Penunjukan Roberto De Zerbi di Tottenham: Antonio Conte Saja Gagal

Dan, mungkin bagian paling penting adalah ini: “Pemain lain percaya padanya.”

Dalam sepak bola, rasa didukung oleh rekan setim sering kali jadi pembeda antara bangkit atau semakin terpuruk. De Zerbi paham betul bahwa Kinsky tidak hanya butuh latihan, tapi juga rasa “diterima” kembali.

Kesempatan Kedua yang Datang Cepat

Situasi memaksa Kinsky kembali ke bawah mistar. Dengan Guglielmo Vicario yang masih absen pasca operasi hernia, ia diproyeksikan kembali jadi starter dalam laga melawan Sunderland. Ini bisa jadi kesempatan emas atau justru tekanan baru.

Baca Juga: Eks Bintang Spurs Beri Saran untuk Roberto De Zerbi demi Selamatkan Tottenham

Tapi bedanya sekarang, ia masuk ke lapangan dengan “bekal” yang berbeda. Bukan hanya instruksi taktik, tapi juga kepercayaan dari pelatih dan tim.

Spurs Butuh Lebih dari Sekadar Kiper

Tottenham saat ini tidak dalam posisi nyaman. Performa tim yang inkonsisten membuat mereka terjebak di papan bawah, bahkan mulai terseret ke zona degradasi.

Dalam kondisi seperti ini, setiap pemain harus siap berkontribusi, termasuk Kinsky.

Ia mungkin sempat jatuh. Tapi seperti kata De Zerbi, yang terpenting bukan kesalahan yang sudah terjadi, melainkan bagaimana ia meresponsnya.

EDITOR: Edi Yulianto