JawaPos.com–Thierry Henry ikut angkat bicara soal kartu merah yang diterima Pau Cubarsi saat Barcelona kalah 2-0 dari Atletico Madrid di Liga Champions.
Mantan striker Barcelona itu merasa keputusan wasit terlalu keras. Menurut Henry, pelanggaran Cubarsi terhadap Giuliano Simeone seharusnya cukup dihukum dengan kartu kuning, bukan kartu merah langsung.
Cubarsi diusir keluar lapangan karena dianggap menggagalkan peluang emas Atletico. Sebagai pemain terakhir di lini belakang, bek muda Barcelona itu dinilai memenuhi syarat untuk mendapat kartu merah.
Baca Juga: Emmanuel Petit Sebut Barcelona Tidak Belajar dari Masa Lalu Setelah Dikalahkan Atletico Madrid
Namun, melansir Barca Blaugranes, Henry punya pandangan berbeda.
”Tidak, tidak, tidak... menurut saya, itu bukan kartu merah. Maaf. Saya mengerti aturannya. Pemain terakhir, menggagalkan peluang mencetak gol, tetapi Anda harus melihat situasinya,” kata Henry.
Mantan penyerang asal Prancis itu merasa kondisi serangan Atletico Madrid saat itu belum cukup jelas untuk disebut sebagai peluang gol mutlak.
Baca Juga: Jelang Duel Panas, Tavares Ungkap Kunci Persebaya Curi Poin dari Persija
”Bola tidak sepenuhnya terkendali, sudutnya tidak sempurna, dan masih ada jarak ke gawang. Apakah kita yakin dia akan mencetak gol? Saya tidak yakin,” ungkap Thierry Henry.
Henry menilai keputusan tersebut terlalu cepat diambil dan terlalu berpengaruh terhadap hasil akhir pertandingan.
”Menurut saya, itu kartu kuning, bukan kartu merah. Karena begitu dia dikeluarkan, seluruh jalannya pertandingan berubah. Dan di Liga Champions, Anda harus 100 persen yakin. Saya rasa wasit terlalu cepat bertindak,” papar Thierry Henry.
Pendapat Henry sejalan dengan banyak pihak yang merasa kartu merah Cubarsi menjadi titik balik utama dalam pertandingan. Sebelum insiden itu terjadi, Barcelona masih mampu memberikan perlawanan dan menjaga permainan tetap seimbang.
Namun setelah harus bermain dengan 10 orang, Blaugrana kehilangan kontrol dan akhirnya kebobolan dua gol. Masalahnya tidak berhenti di situ. Kartu merah tersebut juga membuat Cubarsi dipastikan absen pada leg kedua, yang jelas menjadi kerugian besar bagi Hansi Flick.
Barcelona sekarang bukan hanya harus mengejar ketertinggalan dua gol, tetapi juga melakukannya tanpa salah satu bek muda terbaik mereka. Situasi yang jelas tidak ideal, apalagi menghadapi Atletico yang terkenal sangat sulit dibongkar kalau sudah unggul.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Premier League 11–14 April: Big Match Chelsea vs Manchester City Jadi Sorotan