← Beranda
Dua Nama, Satu Dilema! Dari Messi ke Ronaldo, Marcelo Sebut Lawan yang Paling Bikin Merana
M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 11 April 2026 | 06.07 WIB
Marcelo legenda Real Madrid dan Timnas Brasil. (Instagram/@marcelotwelve)

JawaPos.com - Perdebatan soal Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mungkin tidak akan pernah benar-benar selesai. Namun ketika pertanyaan itu datang kepada Marcelo, jawabannya ternyata cukup tegas.

Mantan bek kiri Real Madrid itu memilih Messi sebagai lawan paling sulit yang pernah dihadapinya.

Marcelo berada dalam posisi yang unik untuk menjawab pertanyaan tersebut. Ia bermain bersama Ronaldo selama hampir satu dekade di Real Madrid, tetapi juga berkali-kali berhadapan dengan Messi dalam El Clasico dan laga internasional antara Brasil dan Argentina.

Sebelum menjadi rekan setim, Marcelo bahkan sempat terlibat bentrok dengan Ronaldo saat Brasil menghadapi Portugal pada 2008.

“Saya menendangnya. Dia sangat cepat. Dia lewat, menyikut saya, dan saya menendangnya, lalu dia mencengkeram leher saya. Saya juga mencoba, tetapi dia sangat tinggi," kenang Marcelo.

Baca Juga: Soal Debut yang Dinanti, Raul Asencio Menjawab Pasti

Marcelo kemudian mengaku sempat khawatir ketika mendengar Real Madrid akan merekrut Ronaldo dari Manchester United pada 2009.

“Saya menerima pesan bahwa Madrid akan merekrutnya dalam dua bulan. Dan saya berpikir, astaga, saya akan pergi,” akunya.

Namun kekhawatiran itu ternyata tidak terbukti. Marcelo dan Ronaldo justru membentuk salah satu kerja sama paling ikonik di sisi kiri permainan Real Madrid selama bertahun-tahun.

Meski begitu, saat ditanya oleh Romario mengenai siapa lawan yang lebih sulit dihadapi antara Ronaldo dan Messi, Marcelo tidak butuh waktu lama untuk menjawab.

“Messi," jawab pemain berambur keriting ini. 

Jawaban itu kemudian ia lanjutkan dengan pujian besar kepada legenda Argentina tersebut.

“Messi benar-benar tangguh, saya masih mencarinya sampai hari ini, sialan. Dia benar-benar tangguh; Messi benar-benar hebat,” sambungnya. 

Marcelo juga menjelaskan bahwa hal tersulit dari Messi bukan hanya soal dribel atau kecepatannya, tetapi juga kecerdasannya membaca permainan.

“Dia memahami semua posisi di lapangan dengan sangat baik; dia tahu kapan pemain lawan datang membawa bola, dia sudah tahu ke mana harus pergi, kapan harus keluar, dan sebagainya. Saya pikir dia luar biasa,” pungkas Marcelo. 

Komentar Marcelo jelas menarik karena datang dari seseorang yang sangat dekat dengan Ronaldo. Apalagi keduanya bukan cuma rekan setim, tetapi juga sahabat dekat di luar lapangan. Bahkan setelah Marcelo memutuskan pensiun pada 2025 usai memperkuat Fluminense, Ronaldo masih memberikan pesan emosional lewat Instagram.

EDITOR: Hendra