JawaPos.com - Pau Cubarsi tidak mencoba mencari alasan setelah Barcelona kalah 2-0 dari Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions.
Bek berusia 19 tahun itu justru langsung mengambil tanggung jawab atas momen yang dianggap mengubah jalannya pertandingan. Pada menit ke-44, Cubarsi mendapat kartu merah setelah dianggap menjatuhkan Giuliano Simeone sebagai pemain terakhir.
Melansir Football Espana, sehari setelah laga, Cubarsi mengunggah pesan di Instagram dan secara terbuka mengakui kesalahannya. “Satu aksi menentukan pertandingan dan hasil imbang. Itulah sepak bola dan saya bertanggung jawab atas hasilnya,” ungkap Cubarsi.
Baca Juga: Real Madrid Membungkam Desas-desus, Nyatakan Sikap Tanpa Ragu Bayangan Sosok Baru
Sikap Cubarsi itu mendapat banyak apresiasi karena di usia yang masih sangat muda, ia berani memikul tanggung jawab di momen yang sulit.
“Ke depannya, dengan usaha dan tekad, kami tidak akan pernah menyerah,” sambungnya.
Namun di sisi lain, Barcelona juga merasa kecewa dengan sejumlah keputusan wasit sepanjang pertandingan.
“Masih ada jalan panjang yang harus ditempuh dalam pertandingan dua laga ini, dan kami lebih bersatu dari sebelumnya: kami adalah sebuah keluarga dan kami selalu menunjukkannya,” pungkas pemain dengan nomor punggung 5 ini.