← Beranda
Istvan Kovacs Adili Partai Barcelona vs Atletico Madrid di Liga Champions, Wasit Rumania Jadi Mimpi Buruk Kedua Tim?
Julio SipahutarSelasa, 7 April 2026 | 02.00 WIB
Wasit Asal Rumania, Istvan Kovacs, Ditunjuk untuk Memimpin Laga Leg Pertama Liga Champions antara Barcelona vs Atletico Madrid. (Dok. UEFA)

JawaPos.com - UEFA menunjuk wasit asal Rumania, Istvan Kovacs, untuk memimpin laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Barcelona dan Atletico Madrid. Penunjukan ini memicu perhatian khusus mengingat rekam jejaknya dengan kedua klub tersebut.

Harapan besar tentu tertuju agar pertandingan berjalan kondusif tanpa ada kontroversi berarti yang mencatut nama sang pengadil lapangan.

"Kovacs akan memimpin partai krusial ini, yang berlangsung di tengah meningkatnya tensi pasca-laga di kompetisi domestik. Dalam tugasnya, ia akan dibantu oleh Christian Dingert asal Jerman yang akan mengoperasikan Video Assistant Referee (VAR)," tulis media Spanyol, Marca. 

Lebih lanjutm, Marca menyebut bagi Atletico, sosok Kovacs kerap dianggap sebagai "mimpi buruk". Hingga saat ini, klub berjuluk Los Rojiblancos itu belum pernah sekalipun mencicipi kemenangan dalam laga yang dipimpin oleh wasit tersebut. Catatan musim ini pun tidak jauh berbeda, dalam laga tandang di Istanbul yang berakhir imbang 1-1, Kovacs mengeluarkan tujuh kartu kuning, empat di antaranya diberikan kepada para pemain Atletico.

Rekam jejak Kovacs dengan Atletico bukannya tanpa hambatan. Pada ajang Piala Dunia Antarklub lalu saat Atletico takluk dari PSG, pelatih Diego Simeone sempat meluapkan kekecewaannya.

"Saya lelah membahas hal yang berulang. Jika terus dibahas, kita akan terlihat seperti korban, dan saya tidak merasa menjadi korban. Kami melawan rival jauh lebih baik, namun detail-detail (keputusan wasit) di lapangan sangat telihat nyata," ujar Simeone saat itu, dikutip melalui laman Marca, Senin (6/4).

Senada dengan pelatihnya, kapten tim Koke pun melontarkan kritik peda. "Kami mencetak gol 2-1, namun dianulir karena pelanggaran. Keputusan ada di tangan wasit. Kita semua melihat apa yang terjadi di lapangan, detail-detail kecil itu selalu berujung menguntungkan pihak lawan," ungkap Koke.

Kepercayaan UEFA dan Catatan Kelam Kedua Tim

Terlepas dari kritik yang muncul, UEFA tetap menaruh kepercayaan tinggi pada kapasitas Istvan Kovacs. Musim ini saja, ia telah memimpin enam laga Liga Champions, termasuk partai PSG melawan Monaco. Kovács juga merupakan wasit yang memimpin laga final Liga Champions saat PSG menundukkan Inter Milan untuk meraih gelar juara perdana mereka.

Namun, statistik menunjukkan hal unik bagi kedua raksasa Spanyol ini. Saat Kovács memimpin laga Barcelona di Liga Champions, Blaugrana tercatat pernah menelan kekalahan telak 1-4 di kandang sendiri saat menghadapi PSG. Selain itu, ia juga memimpin laga Barcelona kontra Napoli di Liga Europa yang berakhir imbang 1-1.

Fakta bahwa baik Barcelona maupun Atletico belum pernah memenangkan pertandingan di bawah kepemimpinan Kovacs tentu menjadi statistik yang menarik bagi para penggemar yang percaya takhayul. Kini, publik menunggu apakah laga perempat final mendatang akan menjadi titik balik bagi salah satu tim, atau justru catatan minor tersebut akan terus berlanjut.

EDITOR: Hendra