← Beranda
Alvaro Arbeloa Bicara Gelar La Liga! Tanggapi Peluang Real Madrid Usai Kekalahan dari Mallorca
M Shofyan Dwi KurniawanMinggu, 5 April 2026 | 18.08 WIB
Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa. (Dok. Real Madrid)

JawaPos.com - Harapan Real Madrid untuk menjuarai La Liga mendapat pukulan telak usai kalah dramatis 2-1 dari Mallorca pada Sabtu sore. Kekalahan ini membuat Los Blancos semakin tertinggal dalam perburuan gelar, sementara Barcelona kini berpeluang memperlebar jarak di puncak klasemen.

Mallorca yang sedang berjuang menjauh dari zona degradasi tampil disiplin dan efektif. Manu Morlanes membuka keunggulan tuan rumah menjelang turun minum, sebelum Eder Militao sempat membuat Real Madrid bernapas lega lewat gol penyama kedudukan pada menit ke-88.

Namun, drama belum selesai. Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Vedat Muriqi muncul sebagai penentu kemenangan Mallorca lewat gol di masa tambahan waktu. Striker asal Kosovo itu kembali menunjukkan ketajamannya dan membuat Real Madrid pulang tanpa poin.

Hasil ini membuat Real Madrid tetap berada di posisi kedua klasemen La Liga, terpaut empat poin dari Barcelona. Situasi bisa menjadi lebih sulit jika Barcelona berhasil menang atas Atletico Madrid, karena selisih poin bisa melebar menjadi tujuh angka.

Meski demikian, melansir Sports Mole Arbeloa menegaskan bahwa perburuan gelar belum berakhir. Menurutnya, masih ada cukup banyak pertandingan tersisa untuk membalikkan keadaan.

"La Liga belum berakhir bagi kami, masih banyak pertandingan tersisa."

Arbeloa mengakui timnya tampil kurang sabar dan kehilangan arah permainan, terutama di babak kedua. Ia menilai para pemain gagal menunjukkan apa yang sudah dipersiapkan selama latihan.

"Di babak kedua ada kecemasan karena tertinggal di papan skor, kesabaran yang harus kami miliki, karena tahu bahwa pertandingan akan lebih sulit. Kami menghadapi Mallorca dalam konteks yang lebih mudah bagi mereka. Ada delapan pertandingan tersisa, kami perlu memenangkan kedelapan pertandingan tersebut."

Pelatih Real Madrid itu juga menyoroti buruknya performa tim di lini serang. Menurutnya, Real Madrid terlalu terburu-buru dan gagal menciptakan peluang berbahaya secara konsisten.

"Kami bermain jauh lebih baik di babak pertama daripada babak kedua. Kami tidak menampilkan apa yang telah kami latih sepanjang minggu ini. Kami tidak menciptakan peluang bagus, dan kami kurang sabar, energi, dan ide."

Arbeloa bahkan secara terbuka mengambil tanggung jawab penuh atas kekalahan tersebut. Ia menegaskan bahwa para pemain tidak pantas disalahkan, terutama karena fokus mereka kini mulai tertuju pada laga besar di Liga Champions.

"Hari ini tanpa usaha 200% kami tidak akan menang. Babak pertama kami lebih baik daripada babak kedua. Kekalahan ini sepenuhnya kesalahan saya, bukan para pemain. Saat mereka keluar dari ruang ganti, mereka hanya perlu memikirkan Bayern."

Kini, Real Madrid tidak punya banyak waktu untuk meratapi hasil buruk tersebut. Fokus mereka langsung beralih ke leg pertama perempat final Liga Champions melawan Bayern Munich di Santiago Bernabeu.

Laga melawan Bayern diprediksi akan menjadi ujian besar bagi Arbeloa. Ia masih harus menentukan susunan pemain terbaik, termasuk apakah Jude Bellingham akan langsung dimainkan sejak menit awal.

Vinicius Junior dan Bellingham sama-sama memulai laga melawan Mallorca dari bangku cadangan. Namun, Vinicius diperkirakan hampir pasti akan kembali menjadi starter saat menghadapi Bayern.

Bagi Real Madrid, pekan ini bisa menjadi titik penentu musim. Mereka masih punya peluang di La Liga, tetapi tidak ada lagi ruang untuk kehilangan poin jika ingin terus menekan Barcelona hingga akhir musim.

EDITOR: Hendra