← Beranda
Magis Kaoru Mitoma di Wembley! Jepang Negara Asia Pertama Kalahkan Inggris di Rumah Sendiri
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 2 April 2026 | 16.24 WIB
Kaoru Mitoma merayakan gol kemenangan Jepang ke gawang Inggris di Stadion Wembley. (Dok. JFA)

JawaPos.com — Magis Kaoru Mitoma benar-benar terasa di Stadion Wembley saat Jepang mencetak sejarah dengan menaklukkan Inggris, Rabu (1/4/2026). Kemenangan 1-0 itu bukan sekadar hasil, tapi penegasan Samurai Biru kini layak diperhitungkan di panggung dunia.

Tim nasional Jepang tampil disiplin dan penuh perhitungan saat menghadapi tim peringkat keempat FIFA tersebut. Mereka sukses meredam dominasi Inggris yang menguasai bola hingga 70 persen, namun gagal menciptakan ancaman berarti.

Baca Juga: Persib Bandung Fokus Total Curi Poin, Bobotoh Dilarang ke Kandang Semen Padang!

Strategi bertahan rapat dengan formasi tiga bek menjadi kunci keberhasilan Jepang dalam laga ini. Dari situ, serangan balik cepat menjadi senjata utama yang akhirnya mematikan tuan rumah.

Gol semata wayang lahir pada menit ke-23 lewat aksi cerdas Kaoru Mitoma, winger lincah milik Brighton. Ia memanfaatkan kesalahan lini tengah Inggris dan menuntaskan serangan dengan penyelesaian klinis dari dalam kotak penalti.

Kemenangan ini terasa spesial karena Jepang menjadi negara Asia pertama yang mampu mengalahkan Inggris di Wembley. Sebuah catatan sejarah yang langsung mengundang perhatian publik sepak bola dunia.

Meski Inggris tidak diperkuat nama besar seperti Harry Kane dan Bukayo Saka, Jepang tetap tampil tanpa rasa gentar. Mereka mampu mengimbangi bahkan mengungguli pemain-pemain dari klub elite Eropa.

Pertahanan terorganisir dan serangan balik Jepang mengamankan kemenangan 1-0 menjadi gambaran paling tepat dari jalannya pertandingan tersebut. Jepang bermain efektif, efisien, dan nyaris tanpa celah.

Kemenangan ini juga memperpanjang tren positif Jepang yang kini mencatat lima kemenangan beruntun. Sebelumnya, mereka juga sukses menundukkan Skotlandia dengan skor identik 1-0.

Tak hanya itu, performa impresif Jepang juga sempat terlihat saat mengalahkan Brasil beberapa waktu lalu. Rentetan hasil ini menjadi sinyal kuat kesiapan mereka menuju Piala Dunia.

Baca Juga: Vincenzo Montella ke Piala Dunia Lagi! Edisi 2002 sebagai Pemain, Tahun Ini sebagai Pelatih

Di sisi lain, Inggris justru meninggalkan lebih banyak tanda tanya setelah kekalahan ini. Permainan mereka terlihat tumpul dan kurang kreatif sepanjang laga berlangsung.

Pelatih Thomas Tuchel mencoba berbagai eksperimen, termasuk memainkan Phil Foden sebagai false nine. Namun, strategi tersebut tidak berjalan efektif dan justru membuat lini serang Inggris kehilangan arah.

Foden kembali tampil di bawah ekspektasi, melanjutkan performa inkonsisten yang ia tunjukkan bersama Manchester City musim ini. Hal ini membuka peluang dirinya tersingkir dari skuad utama Piala Dunia.

Beberapa pemain lain seperti Cole Palmer hingga Anthony Gordon juga gagal memberi dampak signifikan. Aliran bola Inggris sering terputus akibat buruknya akurasi umpan di lini tengah.

Kesalahan fatal Cole Palmer di lini tengah menjadi awal petaka bagi Inggris. Bola yang direbut Mitoma langsung diubah menjadi serangan cepat yang sulit dihentikan.

Kolaborasi cepat dengan Keito Nakamura di sisi sayap membuat pertahanan Inggris kocar-kacir. Mitoma kemudian masuk ke kotak penalti dan menyelesaikan peluang dengan dingin.

Inggris sebenarnya sempat memiliki peluang melalui tembakan jarak jauh Elliot Anderson. Namun, kiper Jepang Zion Suzuki tampil gemilang untuk menggagalkan usaha tersebut.

Memasuki babak kedua, Inggris tak kunjung menemukan ritme permainan yang diharapkan. Pergantian pemain yang dilakukan Tuchel juga tidak mampu mengubah keadaan.

Suporter tuan rumah bahkan mulai menunjukkan kekecewaan mereka dengan cemoohan. Ini menjadi penutup pahit bagi Inggris dalam laga kandang terakhir sebelum Piala Dunia.

Sebaliknya, para pendukung Jepang yang hadir di Wembley justru larut dalam euforia kemenangan. Mereka merayakan momen bersejarah ini dengan penuh kebanggaan.

Jepang mencetak sejarah dengan kemenangan pertama mereka melawan Inggris, dan ini menjadi peristiwa yang menggambarkan malam istimewa tersebut. Sebuah malam yang akan dikenang dalam perjalanan sepak bola Jepang.

Kini Jepang menatap Piala Dunia 2026 dengan rasa percaya diri tinggi. Target menembus perempat final untuk pertama kalinya bukan lagi sekadar mimpi.

Performa solid melawan tim-tim besar Eropa menjadi bukti Jepang telah berkembang pesat. Mereka bukan lagi tim kuda hitam, melainkan pesaing serius.

Sebaliknya, Inggris harus segera berbenah jika tidak ingin kembali gagal di turnamen besar. Dengan waktu yang semakin sempit, Tuchel dituntut menemukan solusi cepat.

Kemenangan Jepang di Wembley menjadi pesan keras bagi dunia sepak bola. Asia kini tak bisa lagi dipandang sebelah mata.

EDITOR: Hendra