JawaPos.com - Laga uji coba internasional antara Timnas Brasil dan Timnas Kroasia akan tersaji pada 1 April 2026. Pertandingan yang berlangsung di Orlando, Amerika Serikat ini menjadi momen penting bagi kedua tim untuk mengukur kesiapan menjelang turnamen besar mendatang.
Brasil datang dengan situasi yang belum sepenuhnya stabil. Tim asuhan Carlo Ancelotti masih berusaha menemukan konsistensi permainan setelah hasil yang naik turun dalam beberapa laga terakhir.
Kekalahan dari Prancis menjadi catatan yang cukup mengkhawatirkan, apalagi performa lini belakang masih kerap kehilangan fokus di momen krusial.
Baca Juga: Tak Mau Remehkan Lawan, Marc Klok Tegaskan Persib Bandung Siap Hadapi Semen Padang
Meski demikian, kualitas individu pemain Brasil tetap tidak bisa dipandang sebelah mata. Nama-nama seperti Casemiro hingga Gabriel Martinelli masih menjadi tumpuan utama dalam membangun permainan.
Namun, absennya beberapa pemain karena cedera berpotensi memengaruhi keseimbangan tim, terutama di sektor sayap yang selama ini menjadi kekuatan utama mereka.
Di sisi lain, Kroasia justru datang dengan kepercayaan diri tinggi. Tim besutan Zlatko Dalic menunjukkan tren positif sejak akhir 2025.
Baca Juga: Cedera Belum Pulih, Bruno Paraiba Diragukan Tampil di Laga Persebaya vs Persita
Mereka tampil konsisten dengan raihan kemenangan yang cukup dominan, termasuk saat mengalahkan Kolombia di laga terakhir.
Kroasia dikenal sebagai tim yang solid secara kolektif. Peran Luka Modric di lini tengah masih sangat vital, meski usianya tak lagi muda.
Pengalaman dan visi bermainnya tetap menjadi kunci dalam mengatur tempo permainan. Selain itu, lini depan Kroasia juga cukup tajam dengan kontribusi gol yang merata.
Jika melihat rekor pertemuan, Brasil memang masih unggul. Namun, Kroasia memiliki kenangan manis saat menyingkirkan Brasil di ajang Piala Dunia FIFA 2022 melalui drama adu penalti. Hal ini bisa menjadi suntikan motivasi tambahan bagi tim Eropa tersebut.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat. Brasil kemungkinan akan tampil lebih dominan dalam penguasaan bola, sementara Kroasia mengandalkan organisasi permainan dan serangan balik cepat. Kunci laga ini akan ditentukan oleh efektivitas kedua tim dalam memanfaatkan peluang.
Baca Juga: Bernardo Tavares Ungkap Titik Lemah Persebaya Surabaya: Transisi Bertahan Jadi PR Utama
Dengan kondisi yang ada, hasil imbang tampaknya menjadi skenario paling realistis. Kedua tim memiliki kekuatan yang cukup berimbang, meski dengan pendekatan permainan yang berbeda.