JawaPos.com - Timnas Bolivia resmi mengumumkan daftar pemain yang akan tampil di babak play-off interkontinental menuju Piala Dunia 2026.
Dalam daftar tersebut, pelatih Óscar Villegas memanggil kombinasi pemain senior dan talenta muda untuk menghadapi dua laga krusial melawan Suriname dan Irak.
Bolivia dijadwalkan bertemu Suriname pada 27 Maret 2026. Jika berhasil meraih kemenangan, mereka akan melanjutkan perjuangan ke laga final play-off menghadapi Irak pada 30 Maret 2026. Dua pertandingan ini menjadi penentu langkah Bolivia untuk mengamankan satu tiket terakhir ke putaran final Piala Dunia 2026.
Di sektor penjaga gawang, nama berpengalaman seperti Carlos Lampe tetap menjadi andalan utama. Kiper berusia 39 tahun itu akan didampingi Guillermo Viscarra serta pemain muda Geronimo Govea.
Pengalaman Lampe di level internasional diharapkan mampu memberikan stabilitas di lini belakang.
Baca Juga: Heboh, Senegal Hanya Pakai Satu Bintang di Jersi Piala Dunia 2026, Ini Alasannya
Pada lini pertahanan, Bolivia membawa cukup banyak opsi. Kapten tim Luis Haquín akan menjadi pemimpin di lini belakang.
Ia akan didukung sejumlah pemain seperti Diego Arroyo dan Efrain Morales yang memiliki pengalaman bermain di luar negeri.
Kehadiran pemain muda seperti Marcelo Torrez juga memberi warna baru dalam komposisi tim.
Sektor gelandang diisi oleh kombinasi pemain kreatif dan pekerja keras.
Nama-nama seperti Ramiro Vaca dan Gabriel Villamíl diharapkan mampu menjadi motor permainan.
Selain itu, talenta muda seperti Miguel Terceros juga berpeluang memberikan kejutan dengan energi dan kreativitasnya.
Di lini depan, Bolivia mengandalkan beberapa penyerang yang cukup produktif di level klub. Víctor Ábrego menjadi salah satu opsi utama, bersama pemain muda potensial seperti Enzo Monteiro dan Moisés Paniagua.
Kombinasi ini diharapkan mampu memberikan variasi serangan dan meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir.
Baca Juga: Polantas Meninggal Akibat Kelelahan Bertugas Amankan Mudik, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat
Pelatih Óscar Villegas tampak menaruh kepercayaan besar pada keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi pemain. Strategi ini dinilai penting mengingat tekanan tinggi di laga play-off yang hanya berlangsung dalam sistem gugur.
Secara keseluruhan, Bolivia datang ke babak play-off dengan optimisme tinggi. Meski harus menghadapi lawan yang tidak bisa dianggap remeh, peluang tetap terbuka lebar jika mereka mampu tampil konsisten dan disiplin.
Laga melawan Suriname akan menjadi ujian pertama yang menentukan arah perjalanan Bolivia.
Jika mampu melewati rintangan tersebut, tantangan berikutnya melawan Irak dipastikan akan menjadi pertarungan yang lebih sengit demi satu tempat di Piala Dunia 2026.