JawaPos.com–Vinicius Jr kembali jadi sorotan, bukan hanya karena performanya di lapangan, tetapi juga selebrasinya yang cukup panas saat menghadapi Manchester City. Penyerang Real Madrid itu terlihat menirukan gerakan menangis setelah mencetak gol, sebuah respons yang langsung mengundang perhatian.
Namun, Vinicius punya penjelasan. Dia menegaskan aksinya bukan bentuk tidak hormat, melainkan reaksi atas ejekan yang pernah diterima sebelumnya dari pendukung tuan rumah.
Melansir Manchester Evening News, latar belakangnya cukup jelas. Pada kunjungan sebelumnya ke Stadion Etihad pada 2024, fans City membentangkan spanduk bernada sindiran. Berhentilah menangisi hatimu, disertai gambar Rodri dengan trofi Ballon d'Or.
Baca Juga: 5 Kandidat Pengganti Pep Guardiola Jika Mundur dari Manchester City
Sindiran itu berkaitan dengan sikap Real Madrid yang memboikot acara penghargaan karena merasa Vinicius lebih pantas menjadi pemenang. Momen itu tampaknya masih membekas. Jadi ketika Vinicius kembali ke stadion yang sama dan berhasil mencetak gol, dia pun memanfaatkannya sebagai panggung balasan.
Setelah sukses mengeksekusi penalti, Vinicius berlari ke arah tribun pendukung tim tamu sebelum melakukan selebrasi tersebut. Gestur itu jelas ditujukan sebagai pesan. Bukan hanya untuk fans lawan, tapi juga sebagai bentuk pembuktian diri.
”Terakhir kali kami datang ke sini, para penggemar Manchester City mengolok-olok saya. Saya tidak bermaksud tidak menghormati penggemar City, tetapi itu adalah cara bagi saya untuk membuktikan diri kepada mereka,” ucap Vinicius.
Baca Juga: Thibaut Courtois Terancam Absen di Derby Madrid, Lunin Siap Ambil Peran
Sementara itu, selebrasi Vinicius Jr itu dinilai terlalu berlebihan oleh kiper Manchester City Gianluigi Donnarumma.
Gol pertama Vinicius dari titik penalti dirayakan dengan gestur pura-pura menangis, sebuah respons terhadap ejekan fans City pada pertemuan sebelumnya. Sementara itu, selebrasi gol kedua di masa tambahan waktu dianggap lebih provokatif. Vinicius berdiri di depan pendukung tuan rumah sambil menunjuk nama di punggungnya.
Momen itulah yang tampaknya memicu reaksi dari Donnarumma. Sang kiper bahkan terlihat menghampiri Vinicius di lapangan setelah pertandingan.
Melansir ESPN, ketika ditanya soal insiden tersebut, Donnarumma menyampaikan pandangan dengan jelas.
”Dia seorang juara dan harus dicintai oleh semua orang. Saya mengatakan itu padanya. Dia telah memainkan dua pertandingan hebat, tetapi saya pikir seseorang seperti dia seharusnya dicintai semua orang. Dia harus berusaha membuat semua orang mencintainya karena dia adalah seorang juara,” ucap Donnarumma.
Terlepas dari kontroversi selebrasi, Donnarumma juga menyoroti jalannya pertandingan yang tidak sepenuhnya berjalan seimbang. City harus bermain hampir sepanjang laga dengan 10 pemain setelah kartu merah untuk Bernardo Silva.
Baca Juga: Bukan Real Madrid, Guardiola Sebut Liverpool Era Jurgen Klopp Rival Terberatnya
”Saya pikir kartu merah itu sangat menentukan, tetapi sepak bola memang seperti itu, penuh dengan insiden, terutama di Liga Champions,” imbuh Donnarumma.
Meski kalah, dia tetap memberikan apresiasi kepada rekan setimnya yang dinilai telah menunjukkan performa maksimal dalam situasi sulit.
”Saya bangga dengan rekan-rekan setim saya, kami memainkan pertandingan yang hebat dan dengan 11 lawan 11 hasilnya pasti akan berbeda,” ungkap Donnarumma.
Baca Juga: Reaksi Brahim Diaz usai Maroko Dinobatkan Juara Piala Afrika
Kini, fokus City harus segera beralih ke laga berikutnya, yakni final Piala Carabao. Donnarumma menegaskan bahwa timnya harus segera bangkit dari kekecewaan ini.
”Kekecewaan ini sangat besar, tetapi kita harus bangkit kembali karena pada hari Minggu kita sekarang memiliki Piala Carabao untuk dibawa pulang,” ucap Donnarumma.