← Beranda
Karier Patrick Kluivert Jeblok di Timnas Indonesia, Tapi Jalan ke Piala Dunia 2026 Justru Malah Terbuka Lebar!
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 17 Maret 2026 | 19.49 WIB
Potret santai Patrick Kluivert nonton Barcelona U-19 vs  Olympiacos U-19 di ajang UEFA Youth League 2025/2026 (Instagram.com/@ngapakfootball).

 

JawaPos.com — Nasib unik dialami Patrick Kluivert setelah perjalanan kariernya di Timnas Indonesia berakhir pahit. Ironisnya, peluang tampil di Piala Dunia 2026 justru masih terbuka lewat jalur tak terduga.

Mantan pelatih Timnas Indonesia itu kini resmi mengemban jabatan baru yang tak kalah strategis. Patrick Kluivert bergabung dengan Timnas Suriname sebagai penasihat teknis.

Penunjukan ini diumumkan langsung oleh federasi setempat melalui akun resmi mereka. Tak sendiri, Kluivert akan bekerja bersama legenda Belanda lainnya, Clarence Seedorf.

Keduanya dipercaya memberi masukan penting kepada Brian Tevreden yang menjabat Direktur Teknik Timnas Suriname. Peran mereka diharapkan mampu mendorong perkembangan sepak bola negara tersebut ke level lebih tinggi.

Baca Juga: Gacor! Bintang Timnas Indonesia Menggila di Eropa: Calvin Verdonk Menang, Clean Sheet, hingga Drama Kekalahan Jay Idzes

"Kami bangga menyambut Clarence Seedorf dan Patrick Kluivert sebagai penasihat, di mana mereka akan berfungsi sebagai dewan suara untuk Brian Tevreden. Pengalaman, pengetahuan, dan perspektif global mereka akan mendukung perkembangan lanjutan sepak bola di Turiname. Bersama-sama, kami terus bekerja menuju masa depan yang lebih kuat untuk sepak bola Surinam," tulis pengumuman @officialnatio_, Minggu (15/3/2026).

Tugas pertama Kluivert pun langsung berat sekaligus menentukan. Ia diminta membantu Timnas Suriname menembus Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Persebaya Surabaya dan Arema FC Terjebak! Zona Aman Belum Pasti, Ancaman Degradasi Masih Mengintai

Peluang itu bukan sekadar mimpi karena Suriname tinggal selangkah lagi menuju panggung dunia. Mereka kini berada di fase krusial playoff antarkonfederasi.

Laga penentuan pertama akan mempertemukan Suriname dengan Timnas Bolivia pada 26 Maret 2026. Jika berhasil menang, jalan menuju tiket Piala Dunia akan semakin terbuka.

Namun rintangan belum berhenti di situ karena lawan berikutnya sudah menanti. Suriname akan menghadapi Timnas Irak di final playoff jika mampu melewati Bolivia.

Situasi ini membuat peran Kluivert menjadi sangat vital meski hanya sebagai penasihat. Pengalaman internasionalnya diharapkan bisa memberi dampak instan bagi tim.

Di sisi lain, perjalanan karier kepelatihan Kluivert memang jauh dari kata stabil. Rekam jejaknya menunjukkan ia kerap gagal bertahan lama di setiap tim yang ditangani.

Terbaru, Kluivert harus angkat kaki dari Timnas Indonesia pada 16 Oktober 2025. Keputusan itu diambil setelah kesepakatan bersama dengan PSSI usai hasil mengecewakan.

Ia gagal membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 zona Asia. Padahal Kluivert datang dengan ekspektasi tinggi menggantikan Shin Tae-yong.

Baca Juga: Hilal Transfer Makin Terang! Striker Rp 4,78 Miliar Ini Bisa Jadi Jawaban Krisis Persebaya Surabaya

Alih-alih membawa perubahan positif, performa tim justru menurun di fase krusial. Indonesia tumbang dari Arab Saudi dan Irak di ronde kelima yang menentukan.

Jika ditarik ke belakang, pola karier singkat ini bukan hal baru bagi Kluivert. Ia memang dikenal sering berganti tim dalam waktu relatif singkat.

Saat pertama menangani Timnas Curacao pada 2015, ia hanya bertahan sekitar satu tahun. Masa jabatannya berakhir pada pertengahan 2016 tanpa pencapaian signifikan.

Baca Juga: Persib Bandung Liburkan Skuadnya Selama Sepekan

Kariernya bahkan sempat terasa janggal saat menangani Ajax U-19. Ia hanya bertugas selama 10 hari tanpa sempat memimpin satu pertandingan pun.

Kesempatan kedua di Timnas Curacao pada 2021 juga tidak berjalan mulus. Dalam lima bulan, ia hanya mencatat satu kemenangan dari enam pertandingan.

Setelah itu, Kluivert sempat menganggur cukup lama sebelum mencoba peruntungan di klub Turki. Ia bergabung dengan Adana Demirspor pada 2023.

Namun lagi-lagi, masa kerjanya tak bertahan lama karena hanya berlangsung sekitar lima bulan. Dari 20 pertandingan, performanya terbilang biasa dengan delapan kemenangan.

Petualangan berikutnya bersama Timnas Indonesia pun berakhir dengan pola serupa. Ia hanya bertahan sembilan bulan dengan catatan delapan pertandingan.

Dari jumlah itu, Kluivert meraih tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan. Statistik tersebut menjadi bukti inkonsistensi yang terus menghantui kariernya.

Menariknya, sebelum menerima tawaran dari Indonesia, ia juga sempat menganggur selama 1,5 tahun. Fakta ini semakin menegaskan kariernya yang naik turun.

Kini, situasi berbalik arah dengan peluang emas di depan mata. Meski gagal di Indonesia, Kluivert justru berpotensi tampil di Piala Dunia lewat peran barunya.

Jika mampu membantu Suriname lolos, ini akan menjadi pencapaian unik dalam kariernya. Dari pelatih yang kerap gagal, menjadi sosok di balik keberhasilan tim menuju Piala Dunia.

Cerita ini menjadi bukti sepak bola selalu penuh kejutan. Jalan menuju sukses kadang datang dari arah yang tidak pernah diduga sebelumnya.

EDITOR: Banu Adikara