← Beranda
David De Gea Beri Dukungan pada Antonin Kinsky Usai Tampil Buruk Kontra Atletico Madrid
M Shofyan Dwi KurniawanKamis, 12 Maret 2026 | 20.01 WIB
Antonin Kinsky ditarik keluar lapangan setelah kebobolan 3 gol saat laga versus Atletico Madrid baru berjalan kurang dari 17 menit. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Malam Liga Champions yang seharusnya menjadi momen spesial justru berubah menjadi pengalaman pahit bagi kiper muda Tottenham, Antonin Kinsky. Dalam laga babak 16 besar melawan Atletico Madrid, penjaga gawang berusia 22 tahun itu harus ditarik keluar hanya 17 menit setelah pertandingan dimulai.

Situasi tersebut langsung menjadi sorotan besar, apalagi Tottenham saat itu sudah tertinggal tiga gol hanya dalam waktu sekitar 15 menit. Keputusan pelatih sementara Igor Tudor untuk memberikan debut kompetisi kepada Kinsky di pertandingan bertekanan tinggi itu pun langsung menuai banyak pertanyaan.

Menggantikan kiper utama Guglielmo Vicario di pertandingan sebesar Liga Champions jelas bukan tugas mudah. Terlebih lagi Tottenham sendiri sedang berada dalam kondisi rapuh, hanya terpaut satu poin dari zona degradasi di Liga Premier. Dalam situasi seperti itu, setiap pemain sebenarnya membutuhkan kepercayaan diri ekstra.

Namun kenyataan di lapangan berkata lain. Dua kesalahan Kinsky berujung gol bagi Atletico, dan Tudor akhirnya memutuskan menariknya keluar pada menit ke-17.

Pergantian itu ternyata tidak banyak membantu Tottenham menghentikan laju lawan. Meski sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Pedro Porro dan Dominic Solanke, Spurs tetap harus menerima kekalahan telak 5-2 di Wanda Metropolitano. Hasil tersebut membuat langkah mereka di Liga Champions berada di ujung tanduk.

Baca Juga: Antonin Kinsky Akhirnya Buka Suara Setelah Mimpi Buruk Kontra Atletico Madrid

Pesan Dukungan dari David De Gea

Di tengah kritik dan sorotan tajam yang datang dari berbagai arah, Antonin Kinsky mendapat dukungan dari sesama penjaga gawang. Mantan kiper Manchester United, David De Gea, menyampaikan pesan yang langsung menjadi viral di media sosial.

De Gea sendiri tahu betul bagaimana rasanya berada dalam situasi sulit sebagai penjaga gawang. Setelah meninggalkan Manchester United pada tahun 2023, ia sempat kehilangan arah sebelum akhirnya membangun kembali kariernya di Fiorentina.

Melansir Give Me Sport, sebagai bentuk empati kepada Kinsky, kiper asal Spanyol itu menuliskan pesan dukungan yang sederhana namun menyentuh.

"Tidak ada seorang pun yang belum pernah menjadi penjaga gawang yang dapat memahami betapa sulitnya bermain di posisi ini. Tetaplah tegakkan kepala dan kamu akan berhasil lagi."

Pesan tersebut langsung mendapat banyak respons dari penggemar sepak bola, yang juga menunjukkan simpati kepada kiper muda Tottenham tersebut.

Baca Juga: Antoine Griezmann Akui Lapangan Licin Jadi Penyebab Blunder Tottenham

Simpati dari Joe Hart

Dukungan tidak hanya datang dari De Gea. Saat bertugas sebagai komentator di TNT Sports, mantan kiper Manchester City, Joe Hart, juga menyampaikan rasa simpatinya terhadap Kinsky.

Panel analis dalam siaran tersebut bahkan sepakat bahwa Vicario seharusnya tetap menjadi pilihan utama dalam pertandingan sebesar itu.

Meski mengalami malam yang berat, Kinsky setidaknya mendapat sedikit penghiburan dari rekan setimnya. Beberapa pemain Atletico dan rekan-rekan Tottenham juga terlihat memberikan dukungan saat ia berjalan kembali ke bangku cadangan.

Baca Juga: Joe Hart Kecewa dengan Cara Igor Tudor Menyikapi Blunder Antonin Kinsky

Keputusan Tudor Dipertanyakan

Di balik drama tersebut, perhatian publik juga tertuju pada keputusan Igor Tudor. Sejak menggantikan Thomas Frank, pelatih asal Kroasia itu belum mampu memberikan stabilitas bagi Tottenham.

Setelah empat pertandingan tanpa kemenangan, identitas permainan tim di bawah asuhannya masih belum terlihat jelas. Beberapa keputusan taktisnya juga dianggap membingungkan.

Salah satunya adalah tetap menempatkan sejumlah pemain penting di bangku cadangan, termasuk gelandang bertahan Joao Palhinha. Selain itu, penggunaan pemain muda di pertandingan bertekanan tinggi juga menjadi bahan perdebatan.

Awalnya Tudor diharapkan bisa bertahan hingga akhir musim. Namun dengan hasil yang terus memburuk, tekanan terhadap manajemen Tottenham untuk kembali melakukan perubahan kini semakin besar.

EDITOR: Banu Adikara