JawaPos.com - Newcastle United harus menelan kekecewaan besar setelah kemenangan yang sudah di depan mata sirna di detik-detik terakhir pertandingan. Penalti Lamine Yamal pada masa tambahan waktu membuat Barcelona memaksakan hasil imbang 1-1 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Bagi Harvey Barnes, momen tersebut terasa sangat pahit. Pemain sayap Newcastle itu sebenarnya sempat menjadi pahlawan tim setelah mencetak gol yang membawa timnya unggul di menit ke-86. Namun, kegembiraan itu tidak bertahan lama.
Penalti di menit ke-96 akhirnya menghapus keunggulan Newcastle. Situasi tersebut terjadi setelah Malick Thiaw menjatuhkan Dani Olmo di dalam kotak penalti. Wasit langsung menunjuk titik putih, dan Yamal dengan tenang mengeksekusi penalti untuk menyamakan kedudukan.
Gol itu bahkan tercatat sebagai salah satu penalti penyama kedudukan paling telat dalam sejarah Liga Champions.
Melansir ESPN, Barnes pun tak menyembunyikan rasa kecewanya setelah pertandingan.
"Ini sulit. Anda mencetak gol dan itu perasaan yang luar biasa – Anda bisa merasakan dukungan para penggemar. Kami bermain sangat baik," kata Barnes setelah hasil imbang 1-1.
"Kebobolan di menit-menit akhir sangat sulit diterima, tetapi skornya imbang dan kami masih memiliki pertandingan leg kedua."
Sebelum mencetak gol, Barnes sebenarnya sudah beberapa kali mengancam gawang lawan. Bahkan salah satu tendangan melengkungnya sempat membentur tiang gawang, yang hampir saja memberi Newcastle keunggulan lebih awal.
Pelatih Newcastle, Eddie Howe, juga merasa timnya pantas mendapatkan hasil yang lebih baik dari pertandingan tersebut.
Ia menggambarkan gol penyama kedudukan Barcelona sebagai sesuatu yang sangat disayangkan mengingat penampilan solid timnya sepanjang laga.
Baca Juga: Persib Bandung Rajanya Penalti Super League! Persebaya Surabaya Hanya 5 Kali, Ini Daftar Lengkapnya!
"Performa tim yang sangat bagus, sangat, sangat bagus di semua fase. Saya pikir kami membatasi mereka dengan performa pertahanan yang sangat baik dari tim dan saya pikir kami juga menyerang dengan sangat baik."
"Meskipun kami tidak menciptakan banyak peluang emas, saya pikir ada peluang bagi kami sepanjang pertandingan."
"Sangat menyenangkan melihat kami akhirnya mencetak gol dan kemudian serangan terakhir pertandingan, tendangan terakhir pertandingan, itu sulit untuk diterima."
Meski hasilnya mengecewakan, Howe tetap optimistis peluang timnya untuk lolos masih terbuka. Ia yakin Newcastle mampu memberikan perlawanan sengit ketika bertandang ke markas Barcelona pada leg kedua nanti.
"Saat kita bangun besok pagi, kita akan melihat sisi positifnya. Peluang untuk lolos ke babak selanjutnya masih terbuka lebar, kami bermain sangat baik," katanya.
"Kami telah menunjukkan kualitas kami. Kami benar-benar kompetitif. Tantangannya adalah kami perlu lebih konsisten. Kami telah menunjukkan bahwa kami dapat bermain melawan yang terbaik ketika kami dalam performa terbaik."
Di sisi lain, kubu Barcelona juga mengakui bahwa mereka tidak tampil dalam performa terbaik meski akhirnya berhasil mencuri hasil imbang.
"Jika Anda bertanya kepada saya sebelum pertandingan dengan skor 1-1, saya selalu senang," kata pelatih kepala Barcelona.
"Sejujurnya, saya lebih senang dengan hasilnya. Dalam penguasaan bola, kami tidak bermain bagus. Kami terlalu banyak kehilangan bola, melakukan kesalahan-kesalahan mudah."
"Itu tidak mudah. Kami melakukan terlalu banyak kesalahan. Anda bisa melihatnya di pertandingan. Ketika kami menguasai bola, semuanya jauh lebih mudah bagi kami. Tapi itu belum cukup. Kami harus melakukannya jauh lebih baik minggu depan."
Dengan hasil ini, kedua tim masih memiliki peluang yang sama besar menjelang leg kedua. Namun bagi Newcastle, satu hal yang pasti: rasa frustrasi akibat gol penalti di menit akhir itu kemungkinan masih akan terasa cukup lama.