← Beranda
Real Madrid Selidiki Suporter yang Terekam Lakukan Salam Nazi di Bernabeu
M Shofyan Dwi KurniawanJumat, 27 Februari 2026 | 16.43 WIB
Real Madrid akan menghadapi Benfica pada Leg 2 Playoff Liga Champions. (instagram.com/@realmadrid)

JawaPos.com - Real Madrid kembali menjadi sorotan, kali ini bukan karena aksi di atas lapangan, melainkan insiden yang terjadi di tribun. 

Klub raksasa Spanyol itu mengonfirmasi telah memulai penyelidikan setelah seorang pendukung terekam kamera melakukan salam Nazi beberapa saat sebelum pertandingan melawan Benfica di Santiago Bernabeu, Rabu malam.

Melansir ESPN, menurut pernyataan resmi klub, suporter tersebut langsung dikeluarkan dari stadion setelah diidentifikasi oleh petugas keamanan. Madrid tak ingin menunda proses lebih lanjut.

Dalam pernyataannya, klub menyebut telah meminta komite disiplin internal mereka "untuk segera memulai prosedur pengusiran" terhadap pelaku pelanggaran.

Pernyataan itu berlanjut: "Real Madrid mengutuk jenis gestur dan ekspresi yang memicu kekerasan dan kebencian dalam olahraga dan masyarakat."

Sikap tegas ini muncul di tengah meningkatnya sensitivitas terhadap isu rasisme dan ujaran kebencian dalam sepak bola Spanyol maupun Eropa.

Datang di Tengah Isu Rasisme

Insiden tersebut terjadi hanya sepekan setelah Vinícius Júnior mengajukan tuduhan bahwa dirinya menjadi korban pelecehan rasial oleh pemain Benfica, Gianluca Prestianni, pada leg pertama babak play-off Liga Champions di Lisbon. Kasus itu kini masih dalam penyelidikan UEFA.

Prestianni membantah tuduhan tersebut, namun tetap dijatuhi hukuman larangan bermain satu pertandingan sementara dan tidak tampil dalam laga di Bernabeu.

Di atas lapangan, Real Madrid menang 2-1 pada malam itu dan memastikan kelolosan ke babak 16 besar dengan agregat 3-1. 

Vinícius sendiri mencetak gol penentu kemenangan di babak kedua, momen yang semakin menegaskan perannya sebagai figur sentral, baik secara performa maupun dalam isu sosial yang lebih luas.

Baca Juga: Strategi Jitu Igor Tolic Antar Persib Bandung Menang Telak atas Madura United

LaLiga Ikut Angkat Suara

Presiden LaLiga, Javier Tebas, juga menyoroti situasi ini. Ia menyatakan bahwa organisasinya menyimpan catatan berbagai insiden ujaran kebencian, dengan kasus-kasus yang menargetkan Vinícius menjadi perhatian utama.

"Dia berada di pusat perhatian karena dia adalah pemimpin dalam perjuangan melawan rasisme ini," katanya.

"Tidak ada alasan untuk tidak membela Vinicius dari penghinaan ini."

Komentar tersebut menunjukkan bahwa isu ini bukan lagi sekadar insiden individual, melainkan bagian dari persoalan yang lebih besar dalam sepak bola modern.

Real Madrid, dengan langkah cepatnya, berusaha menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi simbol kebencian di stadion mereka. 

Di tengah rivalitas sengit dan tensi tinggi kompetisi Eropa, pesan yang ingin ditegaskan klub cukup jelas: sepak bola boleh panas, tapi nilai kemanusiaan tetap nomor satu.

 

EDITOR: Banu Adikara