JawaPos.com - Arsenal kembali kehilangan momentum dalam perburuan gelar setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan Wolves di Molineux. Sempat unggul dua gol, The Gunners justru gagal mengunci kemenangan dan harus puas membawa pulang satu poin.
Bukayo Saka membuka keunggulan lewat gol kelimanya musim ini, lalu Piero Hincapie menggandakan skor di awal babak kedua. Situasi tampak terkendali. Namun tendangan spektakuler Hugo Bueno mengubah arah pertandingan, sebelum Tom Edozie mencetak gol penyeimbang di menit-menit akhir pada laga debutnya.
Hasil ini membuat Arsenal kini hanya unggul lima poin dari Manchester City, dengan satu laga lebih banyak. Dalam tujuh pertandingan liga terakhir, mereka hanya menang dua kali. Dan Mikel Arteta tidak mencari kambing hitam.
Mikel Arteta Minta Arsenal Introspeksi
Melansir RTE, pelatih asal Spanyol itu berbicara dengan nada tegas sekaligus kecewa. Ia menilai timnya tampil jauh dari standar yang dibutuhkan untuk bersaing di papan atas.
"Tentu saja sangat kecewa dengan hasilnya dan dengan cara pertandingan berakhir, tetapi kami harus menyalahkan diri sendiri," kata Arteta.
"Penampilan kami di babak kedua sama sekali tidak mendekati standar yang dibutuhkan di liga ini untuk menang. Ini momen yang mengecewakan, kami ingin banyak berbicara tentang perasaan kami, tetapi ini bukan saatnya untuk melakukannya."
Arteta bahkan mengakui bahwa timnya pantas menerima hasil tersebut.
"Ketika Anda berada di level ini dan di puncak, Anda harus menerima kekalahan, dan kekalahan hari ini memang pantas kami terima. Hari Minggu nanti kami akan menghadapi pertandingan besar."
Ia juga menyoroti bahwa meski sempat unggul dua gol, Arsenal sebenarnya tidak pernah benar-benar mendominasi laga.
"Itu adalah momen demi momen yang terjadi terus-menerus. Meskipun kami mencetak gol kedua, kami tidak pernah mendominasi permainan, itulah kenyataannya."
Siap Terima Kritik
Arsenal bukan pertama kali berada dalam situasi seperti ini. Dalam tiga musim terakhir, mereka sempat memimpin klasemen namun akhirnya finis sebagai runner-up. Hasil imbang ini tentu membangkitkan rasa déjà vu yang tidak diinginkan para pendukung.
Arteta sadar betul tekanan dan kritik akan datang. Dan ia memilih untuk menghadapinya secara terbuka.
"Terima saja kritik apa pun karena kami tidak tampil sesuai dengan level yang dibutuhkan."
Dia menambahkan: "Itu jelas pujian untuk Wolves, mereka tidak bisa diremehkan. Ini hal-hal yang sangat mendasar dan sederhana yang kami lakukan salah hari ini dan itulah mengapa kami merasa, tanpa kebobolan banyak, ketika permainan terbuka hal semacam itu bisa terjadi."
"Pertanyaan, kritik, opini apa pun, Anda harus menerimanya dengan lapang dada hari ini. Itu saja. Setiap kritik, terimalah karena kami tidak tampil sesuai level yang dibutuhkan.”
“Apa pun yang dikatakan orang bisa benar karena kami tidak melakukan apa yang harus kami lakukan. Cara untuk membuktikannya adalah di lapangan pada hari Minggu dalam kesempatan besar lainnya yang kita miliki."
"Kami selalu melakukannya, tetapi jika Anda kuat, Anda perlu menunjukkannya di lain waktu. Mengatakannya di sini mudah, tetapi kami harus menunjukkannya di lapangan."
Wolves Bangga dengan Karakter Tim
Di sisi lain, pelatih Wolves, Rob Edwards, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. Timnya yang berada di dasar klasemen mampu bangkit dari ketertinggalan dua gol melawan kandidat juara.
"Senang rasanya bisa mencetak gol peny equalizer di menit-menit akhir, apalagi saat kita tertinggal 2-0 melawan tim seperti itu."
"Kita akan berhadapan dengan Arsenal, semua orang perlu melihat dari perspektif yang tepat. Dalam 20-30 menit pertama, semuanya berjalan sesuai dengan ekspektasi kami."
"Kami tetap fokus dalam pertandingan dan itu penting. Kami menunjukkan kepercayaan diri dan bermain dengan lebih banyak emosi. Untuk menunjukkan karakter dan kualitas kami. Mungkin lebih mudah bagi para pemain untuk kehilangan kepercayaan diri, tetapi bukan itu masalahnya."
Bagi Wolves, satu poin ini terasa seperti kemenangan kecil. Bagi Arsenal, ini terasa seperti dua poin yang terbuang.
Kini sorotan tertuju pada laga besar berikutnya. Jika Arsenal benar-benar ingin menghapus bayang-bayang musim-musim sebelumnya, respon mereka akhir pekan nanti akan jadi penentu arah cerita.