← Beranda
Menang Telak atas Barcelona, Diego Simeone Ejek Lamine Yamal
M Shofyan Dwi KurniawanJumat, 13 Februari 2026 | 18.10 WIB
Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone. (Dok. Atletico Madrid)

JawaPos.com - Atletico Madrid benar-benar berpesta di Metropolitano. Dalam leg pertama semifinal Copa del Rey, pasukan Diego Simeone membantai Barcelona 4-0 di kandang sendiri—hasil yang nyaris memastikan satu kaki mereka sudah berada di partai final.

Namun bukan cuma skor yang jadi bahan pembicaraan.

Diego Simeone ikut mencuri perhatian lewat selebrasi yang dianggap sebagai sindiran kepada wonderkid Barcelona, Lamine Yamal.

Selebrasi yang Jadi Sorotan

Melansir Daily Mail, momen itu terjadi setelah Ademola Lookman mencetak gol ketiga Atletico. Simeone, yang dikenal ekspresif di pinggir lapangan, terlihat mengangkat tiga jari ke arah Yamal. Gestur tersebut langsung memancing reaksi, mengingat skor saat itu sudah 3-0 untuk tuan rumah.

Tak berhenti di situ, Simeone juga berlari menyusuri garis tepi lapangan merayakan gol dengan penuh emosi. Malam itu memang terasa seperti pertunjukan satu arah dan Atletico menikmatinya sepenuhnya.

Keempat gol Atletico semuanya tercipta di babak pertama. Gol bunuh diri Eric Garcia membuka pesta sebelum Antoine Griezmann, Lookman, dan Julian Alvarez menambah derita Barcelona.

Barca Frustrasi, VAR Jadi Drama

Barcelona sempat mengira mendapat gol hiburan lewat Pau Cubarsi, tetapi harapan itu pupus setelah VAR melakukan pemeriksaan panjang selama delapan menit dan memutuskan offside. 

Penundaan terjadi karena teknologi offside semi-otomatis tidak bisa digunakan akibat kepadatan pemain, sehingga wasit harus menarik garis secara manual.

Keputusan itu makin menambah frustrasi kubu tamu, yang sudah tertinggal jauh secara permainan maupun skor.

Malam Eric Garcia bahkan makin kelam setelah ia menerima kartu merah langsung pada menit ke-85 akibat tekel keras terhadap Alex Baena. Lengkap sudah penderitaan Blaugrana.

Simeone Bangga dengan Kemenangan Atletico Madrid

Usai laga, Simeone tak menutupi kebahagiaannya.

"Saya rasa rakyat kita membutuhkan pesta-pesta ini," kata Simeone setelahnya.

“Jelas, kami tahu lawan yang akan kami hadapi. Kami tidak boleh menyerah. Masih ada jalan panjang menuju leg kedua, tetapi hari ini kami merayakan kemenangan untuk para pendukung kami, yang memang pantas mendapatkannya.”

Meski unggul agregat besar, Simeone tetap mencoba menjaga kewaspadaan jelang leg kedua di Camp Nou.

Flick Akui Kekalahan

Di sisi lain, Hansi Flick mengakui timnya tampil di bawah standar.

“Kami tidak bermain bagus. Kami harus berjuang di pertandingan kedua. Akan sangat sulit, tetapi kami akan melawannya.”

“Saat jeda, kami membicarakan berbagai situasi dan bahwa kami seharusnya bisa bermain lebih baik. Kami tidak melihat tim yang saya inginkan di babak pertama.'

“Saya bertanya mengapa itu offside. Saya tidak tahu apa yang telah mereka putuskan. Kita harus menerimanya, tetapi saya tidak setuju.”

Barcelona memang tampil tanpa sejumlah pemain penting seperti Raphinha, Gavi, Pedri, Marcus Rashford, dan Andreas Christensen. Namun tetap saja, kekalahan 4-0 menjadi pukulan telak.

Baca Juga: Bernardo Tavares Blak-blakan! Ungkap Alasan Kepincut Full Back Muda Persebaya Surabaya Ahmad Mujtaba Akbar

Atletico Bangkit di Momen Tepat

Hasil ini jadi suntikan moral besar bagi Atletico yang musimnya sempat naik turun. Dalam beberapa laga terakhir, mereka tampil tajam: menghancurkan Mallorca 3-0, Barcelona 4-0, dan Real Betis 5-0.

Ademola Lookman pun langsung nyetel sejak didatangkan dari Atalanta. Dalam tiga pertandingan, ia sudah mencetak dua gol dan dua assist.

Simeone bahkan memuji pemain Nigeria itu sebelumnya

“Lookman berbeda dari semua pemain yang kami miliki, terutama dalam situasi satu lawan satu, tetapi dia juga memiliki permainan asosiatif.”

“Profilnya memungkinkan kami untuk menggunakannya di berbagai posisi, dan dampaknya terhadap tim sangat baik.'

“Dia merasa nyaman, dan mudah-mudahan kami dapat membantunya menjadi pemain sepak bola yang lebih baik lagi, sama seperti dia dapat membantu kami berkembang sebagai sebuah tim.”

Dengan agregat 4-0, Barcelona butuh keajaiban di leg kedua. Sementara Atletico? Mereka sudah mencium aroma final dan Simeone jelas menikmati setiap detiknya.

EDITOR: Banu Adikara